Cerdas Memanfaatkan KPR

Agar cicilan KPR tidak membebani Anda, cermatlah menghitung besar cicilan dan jangka waktu kredit Anda.

Rumah - - Properti - TEKS TIYA SEPTIAWATI tiyaseptiawati@gmail.com

Memiliki rumah sendiri memang sudah menjadi impian semua orang. Melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR), impian Anda untuk memiliki rumah akan terpenuhi dengan cara kredit. Dengan KPR, Anda tidak perlu memusingkan besarnya total uang tunai yang harus Anda siapkan untuk membeli rumah karena Anda tinggal siapkan uang mukanya saja, sedangkan kekurangannya bisa dicicil.

Namun, meski bisa dicicil, bukan berarti tanpa perhitungan. Karena cicilan yang nantinya akan kita tanggung selama waktu tertentu itu akan menjadi tanggung jawab kita dan harus kita bayar. Artinya, selama proses membayar cicilan maka pengeluaran ini akan memengaruhi anggaran rumah tangga lainnya.

Apa saja yang harus diperhatikan saat ingin mengambil KPR? Berikut uraiannya!

BERAPA BESAR CICILAN IDEAL?

Besaran cicilan KPR yang ideal, memang kerap menjadi pertanyaan saat ingin mengajukan KPR. Salah perhitungan, cicilan malah akan melampaui kemampuan keuangan Anda per bulannya.

Dalam menghitung cicilan ideal, Anda perlu menghitung terlebih dahulu jumlah penghasilan Anda serta jumlah pengeluaran tetap Anda selama sebulan. Bila sudah, kalikan dengan 70%. Angka 70% tersebut merupakan harga pokok utang yang akan Anda cicil di luar uang muka sebesar 30%.

Sebagai gambaran, bila harga rumah yang akan Anda beli Rp500 juta, penghasilan per bulan Anda dan suami bila digabungkan Rp9 juta, lalu asumsikan bahwa Anda memilki cicilan lain sebesar Rp6 juta, maka cicilan KPR yang ideal ialah sebagai berikut.

Jadi, dengan penghasilan Anda sebesar Rp9 juta dan pengeluaran lain di luar cicilan KPR sebesar Rp6 juta, cicilan ideal yang dapat Anda bayar untuk KPR ialah Rp2,1 juta. Berarti, Anda masih memiliki sisa Rp900.000 untuk keperluan sehari-hari dan penghasilan Anda tidak habis hanya untuk mencicil KPR.

JANGKA WAKTU IDEAL

Dalam menentukan jangka waktu ideal, biasanya bank akan menghitung usia Anda saat mengajukan KPR sampai Anda pensiun. Umumnya, bank memiliki batasan usia untuk nasabah saat cicilan KPR lunas, yaitu 55 tahun.

Oleh karena itu, semakin dini Anda mengajukan KPR, kesempatan Anda untuk mengambil jangka waktu cicilan yang panjang akan semakin besar. Bila usia Anda saat mengajukan KPR ialah 25 tahun maka Anda bisa mengambil waktu cicilan dari 15 tahun sampai 30 tahun. Namun, kebijakan bank berbeda-beda, ada yang membatasi cicilan hanya sampai 25 tahun saja.

Setelah Anda mengetahui cicilan ideal per bulan, sekarang tinggal hitung berapa jangka waktu yang ideal untuk mencicil rumah. Anda harus memperkirakan waktu pelunasan cicilan, apakah pada saat waktu pelunasan, usia Anda melewati batasan usia cicilan atau tidak.

Di atas, contoh cicilan idealnya ialah Rp2,1 juta. Maka, Anda perlu melihat apakah dengan mencicil Rp2,1 juta, usia Anda saat waktu pelunasan melewati batasan maksimal usia atau tidak. Perhitungannya ialah sebagai berikut.

Kurangi harga rumah dengan jumlah uang muka. Umumnya, uang muka yang harus Anda bayar sebesar 30% dari harga rumah. Setelah itu, hasilnya tambahkan dengan besaran bunga yang diberikan bank, umumnya sebesar 12%. Namun, besaran bunga setiap bank bisa berbeda-beda. Kemudian, hasilnya dibagi dengan cicilan idealnya, yaitu Rp2,1 juta. Untuk mengetahui jangka waktu ideal, bagilah hasil ini dengan 12 bulan.

PERHITUNGANNYA

Rp500 juta – Rp150 juta = Rp350 juta Rp350 juta x 12% = Rp42 juta Rp350 juta + Rp42 juta = Rp392 juta Rp392 juta : Rp2,1 juta : 12 bulan = Rp15,5juta

Jadi, jangka waktu ideal cicilan KPR ialah adalah selama 15 sampai 16 tahun.

M O R D II F

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.