Murah Tapi Rentan Patah

Rumah - - Material -

Dalam keseharian, keran air adalah salah satu elemen yang paling sering digunakan, khususnya untuk keperluan rumah tangga. Ya, dengan adanya keran air, aliran air di rumah jadi bisa dikontrol. Lokasi keran biasanya ditempatkan di area kamar mandi, wastafel, tempat mencuci piring dan baju, tempat wudu, carport, dan taman.

Di pasaran, ada banyak jenis material keran air. Mulai dari keramik, marmer, krom, kuningan,

stainless steel, hingga plastik. Dari sekian banyak material, stainless

steel adalah material keran yang paling baik digunakan. Material ini tak gampang korosi. Jadi, air akan terminimalisasi dari bahaya kontaminasi akibat karat. Materialnya juga kuat dan tahan lama.

Sementara, material yang sebaiknya dihindari untuk keran adalah material berbahan plastik. Keran plastik tidak disarankan karena material ini tergolong “rapuh”. Tak hanya dalam pengertian yang sebenarnya, yaitu mudah patah, tetapi material ini mudah mengelupas jika sering dipakai. Selain itu, keran plastik juga memungkinkan berubah warna saat diletakkan di eksterior akibat perubahan cuaca.

Walau tak disarankan, keran plastik ini termasuk yang paling laku di pasaran. Ini dikarenakan harga keran plastik sangat murah, kisarannya Rp4.000-Rp6.000 per buah. Bandingkan dengan keran

stainless steel, yang biasa saja harganya di kisaran Rp30.000 buah. Sementara keran stainless

steel yang bermerek harganya sudah di atas Rp100.000 per buah. Perbedaan harga ini yang memicu orang untuk membeli keran plastik.

Tetapi, jika dihubungkan dengan kesehatan dan “rapuhnya” material plastik, disarankan agar Anda tetap menggunakan bahan stainless steel. Mahal tak masalah, demi kesehatan Anda juga. Jika mau menggunakan keran berbahan plastik, sebaiknya gunakan untuk menyiram tanaman atau kendaraan.

*) KONTRIBUTOR TABLOID RUMAH

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.