TAHAN BANTING DENGAN SEMEN EKSPOS

Rumah - - Ruang Utama -

Material semen ekspos sebagai pengisi fasad bangunan mungkin sudah bukan hal baru dalam dunia arsitektur. Namun rupanya masih banyak pemilik rumah yang enggan mengaplikasikan teknik ini ke bagian wajah rumah mereka. Alasannya, masih banyak yang menganggap fasad dengan semen“telanjang” terkesan seperti bangunan belum jadi. Padahal, semen ekspos memberikan banyak keunggulan, baik dari sisi aplikasi maupun desain.

Seperti aplikasi semen yang diterapkan pada fasad ini. Bagian atas carport hanya mengandalkan teknik plester, sehingga semen tampil menawan tanpa balutan material apa pun. Teknik semen ekspos juga diaplikasikan pada sisi bangunan yang menghadap taman samping. Pada sisi ini, sang arsitek, Moch. Avrilany, menambahkan teknik kamprot, yakni membuat tekstur atau tonjolan-tonjolan halus pada permukaan dinding fasad. Menurut Ren Katili, aplikasi teknik ini memiliki keuntungan dinding tidak gampang berdebu karena tekstur tersebut menyamarkan debu-debu yang menempel.

Hasil kamprot didapatkan dengan menggunakan teknik rolling dengan kuas cat yang dikasarkan (tekstur butiran halus). Bisa pula dengan menempelkan karpet pada permukaan acian, hasil lebih rata dan tingkat kehalusannya medium (tergantung karpet yang digunakan). Namun,

apapun teknik yang digunakan sebaiknya dibuat contoh/ mock up terlebih dahulu untuk menentukan tingkat kerapatan butirannya. Setelah kering, gunakan cat pelapis

untuk eksterior.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.