Apartemen Laris bak Permen

Rumah - - Lintas Kota -

Seiring fenomena properti pada sektor perhotelan dan ruang komersil, kejutan lainnya yang tak kalah menonjol adalah maraknya pembangunan apartemen dan kondotel. Sepertinya pengembang sudah yakin bahwa akibat proses mobilisasi dan globalisasi, kultur masyarakat Jogja yang terbiasa dengan pelataran rumah yang luas sudah bisa dialihkan ke kultur strata vertical seperti apartemen.

Menurut REI Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga kuartal I 2014, terdapat 20 projek apartemen baik yang sedang dalam tahap konstruksi maupun perizinan. Bukan hanya di pusat kota, namun kota sekitar seperti Sleman dan Bantul juga kecipratan menjadi tapak pembangunan properti jenis ini.

Sleman, terutama, sangat menarik karena merupakan sentra kampus dan juga memiliki bentang alam yang sangat ideal. Siapa yang tidak ngiler ditawari view keindahan Gunung Merapi dari jendela apartemennya? Mirip gardu pandang.

Harganya? Mulai dari Rp260 juta saja. Murah seperti permen. Berminat?

Hanya saja, efek penolakan terhadap hotel juga mulai menghantui bisnis apartemen ini. Pembangunan apartemen yang merangsek ke area yang dulu “remote” kerap dianggap mengancam kearifan lokal. Sepertinya warga terjangkit trauma kekeringan sumber air seperti yang terjadi di seputaran bangunan hotel. Sepertinya juga warga masih belum bisa menerima kehadiran gedung tinggi dengan kultur penghuni yang akan kurang “srawung” (bergaul) dengan masyarakat sekitar.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.