Pilih Meningkat atau Tidak

Rumah - - Serambi - @dekardha Made Mardiani Kardha Editor in Chief dian@tabloidrumah.com

Meningkat adalah pilihan. Ketika kebutuhan ruang bertambah, lahan terbatas, sementara kita tidak ingin pindah. Meningkat juga adalah pilihan, ketika kita menginginkan adanya ruang atas yang memiliki privasi lebih tinggi. Saat ada anggota keluarga yang sedang menerima tamu, anggota keluarga yang lain dapat tetap duduk santai di lantai atas tanpa harus terganggu.

Ya, rumah tingkat memang tampak lebih mentereng. Namun perlu diketahui, punya rumah tingkat ada enaknya, ada juga enggak enaknya.

Enaknya, kita bisa mendapat tambahan ruang. Kita juga bisa memiliki pemandangan lebih luas dari lantai atas. Kita bisa membuat balkon entah di ruang tidur atau di ruang keluarga, kemudian menambahkan bukaan berupa pintu kaca besar ke arah balkon tersebut. Dengan pintu kaca, pemandangan dari dalam ruang tentu menjadi lebih luas. Bahkan, bila posisi rumah cukup menguntungkan, kita bisa membuat teras kecil di balkon, yang bisa dimanfaatkan untuk duduk santai sambil menikmati sarapan atau penganan sore hari. (Banyak orang yang malas dudukduduk di teras bawah karena terlalu dekat dengan jalan.)

Enggak enaknya? Rumah tingkat membuat ruangruang terpisah tanpa komunikasi. Peluang anggota keluarga untuk bertemu menjadi lebih kecil dibandingkan bila semua berada di satu lantai. Belum lagi kita harus naik-turun tangga untuk menjangkau ruang-ruang tertentu.

Masalah lain yang cukup sering saya dengar, orang malas naik tangga, sehingga semua kegiatan dipusatkan di lantai bawah, dan akhirnya lantai atas hanya diisi bendabenda usang bersama tumpukan debu.

Meningkat memang pilihan. Maka dari itu, sebelum mengambil pilihan, pikir-pikir dulu untung-ruginya. Semua informasi yang Anda perlukan soal meningkat, ada di sini. Dari A sampai Z. Silakan Anda mengonsumsinya, semoga semua informasi ini dapat mengenyangkan Anda.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.