Hidup Berkualitas Berkat Desain yang Pas

Setiap orang memiliki kriteria sendiri akan rumah impiannya. Tak terkecuali dengan pemilik rumah ini. Baginya, rumah minim sekat, terlihat luas, tak banyak furnitur, dan banyak bukaan adalah kriteria rumah ideal.

Rumah - - Rumah Kita - TEKS IRFAN HIDAYAT irfan@tabloidrumah.com FOTO JOU ENDHY PESSUARISSA, AKHMAD MAULANA

Merenovasi rumah lama atau membeli rumah baru? Perasaan bimbang ini sempat menghampiri Rut Tantrisusanty (37) dan Marcus Pribi Setyo Nugroho (42). Setelah dipertimbangkan matang-matang, mereka akhirnya memutuskan untuk membeli rumah baru dibanding harus merenovasi rumah lama. Alasannya, rumah lama terlalu mungil. Tiu, panggilan Rut Tantrisusanty, tak ingin mengorbankan lahan belakang demi menambah ruang karena dipastikan rumah akan menjadi gelap. Sementara, jika harus meningkat rumah, ia khawatir struktur rumah lama tak mampu menopang beban.

“Setelah berdiskusi dengan suami, kami sepakat untuk membeli rumah baru saja dibanding harus merenovasi. Tak benar-benar baru sih karena kami membeli rumah seken. Tetapi, kondisi rumahnya masih bagus. Di samping itu, harga rumahnya masih masuk dengan keuangan kami,” ucap ibu dari Julius Prayoga Raka (13) dan Mikael Sayudha Putra (8) ini.

Tiu dan suami merasa beruntung. Tak perlu waktu lama untuk merealisasikan keinginannya membeli rumah baru dan menjual rumah lama. “Saya cerita ke tetangga ingin menjual rumah. Ternyata, malah tetangga saya yang membeli rumah. Dalam hitungan hari, saya dan suami juga langsung mendapat rumah baru yang sesuai kriteria. Kami berdua sangat bersyukur karena prosesnya bisa dibilang cepat,” ucap Tiu. Apa yang membuat Tiu dan suami jatuh hati dengan rumah ini?

TAK BANYAK SEKAT

Tiu langsung tertarik dengan rumah ini semenjak pertama kali melihatnya. Selain luasan rumahnya lebih besar, antarruangnya minim sekat. Rumah jadi terlihat lebih luas dan tak sempit. “Yang saya suka dari rumah ini adalah antara ruang keluarga, ruang makan, dan dapurnya, tak ada dinding yang menutupi. Rumah jadi blong dan terlihat luas banget,” ucap Tiu yang hobi menata rumah ini.

Bagi Tiu, rumah yang minim sekat memiliki fungsi positif lainnya, yaitu memudahkannya berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya walau ia sedang melakukan aktivitas lain. Misalnya, saat sedang memasak, ia masih bisa melihat anak-anaknya nonton TV atau bermain PlayStation. Tiu merasa rumah yang ditempatinya saat ini membuat kualitas hidup dirinya dan keluarga semakin lebih maksimal.

MEMILIKI BANYAK BUKAAN

Selain ruang yang minim sekat, Tiu jatuh hati dengan banyaknya bukaan di rumah barunya ini. Setelah dicek, semua ruang di rumah ini memiliki jendela dan bukaan yang menghadap ke luar rumah. “Saya suka dengan ruang keluarga dan ruang makan yang langsung menghadap taman belakang. Saya suka dengan ruang tidur dan ruang tamu yang menghadap ke taman

depan. Saya juga suka dengan ruang tidur utama di lantai atas yang memiliki bukaan besar ke arah taman depan. Ini yang tidak saya temukan di rumah lama,” ucapnya.

Setelah menempati rumah ini, Tiu merasa bukaan-bukaan ini memiliki banyak kontribusi positif bagi hidupnya dan keluarga. Pertama, semua ruang tetap terang di siang hari. Ia tak perlu menyalakan lampu sehingga rumah mampu menghemat energi listrik. Kedua, ruang yang terang membuat rumah jadi terlihat lebih luas dan tak pengap. Ketiga, ia merasa rumah lebih sejuk dan segar. Apalagi, bukaan-bukaan di rumah kebanyakan menghadap taman.

Walau begitu, bukan berarti rumah ini 100% ia sukai. Tiu mengganti penutup lantai untuk membuat rumah terlihat lebih elegan. Selain itu, ia harus mengecat rumah agar semua terlihat baru dan indah.

FURNITUR TAK SEPENUH DULU

Selain merenovasi kecil, Tiu dan suami langsung merancang konsep interior impian. Berbekal pengalamannya dulu mengisi rumah, mereka hanya fokus membeli barang sesuai kebutuhan. “Kebetulan, saya jual rumah sekaligus furniturnya. Jadi, saya merasa beruntung karena bisa menata rumah ini dari awal. Bisa mengonsep interior dari awal,” ucap Tiu.

Bagi Tiu, interior rumahnya sekarang sudah mendekati impiannya. Namun, untuk eksterior, Tiu menegaskan bahwa desainnya belum maksimal. “Mempercantik taman memang menjadi rencana terakhir kami. Fokusnya ke interior saja dahulu,” ucap Tiu.

Walau belum sempurna, Tiu dan suami merasa rumah ini sudah mendekati rumah impiannya. Anakanak pun merasa lebih nyaman tinggal di rumahnya kini.

2

4 Tiu dan anak-anaknya bermain PlayStation di ruang keluarga. Bagi Tiu, ruang keluarga adalah jantung di rumah ini. Tempat ini bisa difungsikan untuk beragam aktivitas.

Tak adanya sekat yang membatasi antara ruang makan, ruang keluarga, dan dapur, membuat ruang ini terlihat sangat luas.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.