Mencengkeram

Rumah - - Material -

Lukisan, TV, panel, lemari kabinet dapur, lemari penyimpanan, dan ambalan, adalah beberapa benda di dalam rumah yang biasanya terpajang menggantung di dinding. Karena posisinya menggantung, benda ini memiliki potensi jatuh dan terlepas dari dinding. Selain kerugian materi, risiko terbesar yang dihadapi penghuni rumah ketika benda ini terjatuh adalah dapat merenggut nyawa.

Ada 2 hal yang dapat membuat benda-benda ini jatuh, yaitu dinding bermasalah atau salah memilih penahan beban. Jika dinding Anda bermasalah, segera perbaiki dinding rumah Anda. Jika kasusnya parah, rumah harus dibongkar. Jika kasusnya sedang, Anda cukup mengupas plesteran dindingnya.

Tetapi, kebanyakan kasus jatuhnya benda yang menggantung di rumah adalah salah memilih penahan beban. Kebanyakan orang masih memilih paku sebagai material penahan beban. Padahal, untuk beberapa kasus, paku tak dapat digunakan sebagai penahan beban. Ini dikarenakan paku tak memiliki kemampuan untuk mencengkram benda sehingga benda-benda ini tak kuat menempel kokoh di dinding. Dibandingkan paku, angkur lebih disarankan untuk menggantung benda-benda ini.

Di pasaran, jenis angkur sangat beragam. Tetapi, Hendrik Sutjiatmadja, Direktur Mr Safety, secara garis besar membaginya ke dalam 2 jenis, yaitu chemical anchor dan mechanical anchor.

Chemical anchor menggunakan campuran zat kimia yang berguna untuk menambah kekuatan dan daya tahan. Komponen utamanya yaitu besi angkur dan bahan kimia sebagai pengikatnya. Aplikasi angkur jenis ini banyak dipasang pada beton struktur, walaupun tidak tertutup kemungkinan dipasang pada dinding batu-bata.

Berbeda dengan chemical anchor, mechanical anchor ini tidak menggunakan bahan kimia. Jenis angkur inilah yang paling banyak diaplikasi di rumah atau apartemen. Kekuatan yang dihasilkan angkur ini hanya dipengaruhi oleh material dinding dan jenis angkur itu sendiri. Jadi, jika dinding rumah Anda menggunakan batu bata, pilih jenis angkur untuk batu bata. Jika menggunakan gipsum, pilih angkur khusus gipsum. Jangan salah pilih!

“Pada prinsipnya metode pengerjaan chemical anchor dan mechanical anchor adalah sama. Perbedaannya adalah setelah lubang hasil bor dibersihkan, ada proses memasukkan zat kimia di pengerjaannya. Untuk chemical anchor, sebaiknya menunggu 1 jam dari proses pengerjaan angkur sebelum diberikan beban agak zat kimia melekat sempurna,” ucap Hendrik.

Untuk harga angkur di pasaran sangat bervariasi, tergantung besarnya angkur, diameter, dan panjang. Harga dimulai dari Rp12.000 per buah.

www.

com

tabloidrumah.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.