LULUSAN SMA JADI PENGUSAHA PROPERTI

Ijazah SMA bukan hambatan bagi Boy Noviyandi meraih sukses. Dia berhasil menjadi seorang pebisnis yang kini melebarkan sayapnya di dunia properti

Rumah - - Halaman Depan - TEKS IRFAN HIDAYAT irfan@tabloidrumah.com FOTO YANIS RUDOLF PRATASIK

Boy Noviyandi bukan seorang yang dilahirkan dari kalangan berada. Anak ke-4 dari 6 bersaudara ini bahkan harus menerima kenyataan pahit, ayahnya meninggal saat dia masih duduk di bangku SMA. Sempat masuk ke sebuah perguruan tinggi di Jakarta dan mengambil jurusan manajemen, ia harus rela melepas bangku kuliah lebih cepat karena keterbatasan dana yang dimiliki keluarga.

Rasa sedih, sempat ia rasakan. Hanya, di titik inilah Boy ingin membuktikan bahwa lulusan SMA pun mampu menjadi orang sukses. “Ketika saya melihat orang sukses, saya selalu ingin mencari tahu kunci suksesnya itu orang. Setelah itu, saya akan praktikkan hingga berhasil. Prinsip saya: dia bisa sukses, kenapa saya tidak?”

Di usianya yang masih muda, ia sudah harus terjun ke dunia kerja. Untungnya, dia tak terlalu shock dengan aktivitasnya ini. Semenjak SMA, ia sudah pernah merasakan dunia kerja dengan menjadi sales dan berjualan baju. Di titik ini juga Boy akhirnya menyadari kelebihannya yang mudah bersosialisasi dengan orang dari semua kalangan dan umur.

DITEMPA KRISIS MONETER

Menyadari kelebihannya itu, Boy melamar kerja ke sebuah perusahaan kimia sebagai tenaga marketing. Kemampuannya dalam hal bicara dan melobi orang pun semakin terasah dengan baik dan terarah. Bahkan, dengan cepat, ia sudah memiliki jaringan koneksi yang luas. Ia pun tak pernah takut jika harus bersaing dengan para pekerja yang memiliki latar belakang lulusan sarjana. Tak ada rasa minder, bahkan kondisi ini ia jadikan semangat.

Di tengah kestabilan hidup yang sudah dirasakan Boy, hantaman besar memukul kehidupan ia untuk kedua kalinya. Krisis moneter di tahun 1998 membuat perusahaan tempatnya bekerja gulung tikar. Sekali lagi, Boy bangkit dari keterpurukan dengan membangun perusahaan baru di bidang kimia bernama PT Sentra Kemika Persada.

“Saya membangun perusahaan tersebut karena saya percaya prospek ke depannya bagus. Perusahaan ini terbangun berkat bantuan banyak pihak dan dari koneksi yang saya bangun selama menjadi

Modal terbesarnya, kepercayaan,” ucap Boy.

marketing.

KETERTARIKAN BISNIS PROPERTI

Kesuksesan Boy di perusahaan kimia, membawanya berkenalan dengan para ahli di bidang properti. Ia pun pada akhirnya tertarik terjun menekuni bisnis di bidang properti. “Saya mau terjun ke dunia properti, karena yang saya lihat bisnis ini tak mengalami penurunan harga. Semua orang juga butuh tempat tinggal. Kebetulan, orangorang yang saya temui juga profesional di bidangnya, makanya saya ambil kesempatan ini,” ucap Boy.

Di bawah bendera PT Sutera Agung Properti, Boy dan partner membuat apartemen bernama Apartemen Saumata yang berlokasi di Alam Sutera, Tangerang. “Saumata itu dari bahasa Sansekerta, yang artinya semata-mata atau the only one. Karena, apartemen dengan konsep ini baru satu-satunya ada di Indonesia. Desainnya, di setiap empat lantai apartemen, tak ada 1 unit yang sama,” ucap Boy.

Selain pemegang saham, Boy ditunjuk menjabat Marketing Director karena kelebihannya. Semenjak apartemen ini diluncurkan di akhir tahun 2013, ia sukses memasarkan Apartemen Saumata hingga 80% di akhir tahun 2014. Angka ini terbilang fantastik karena apartemen ini membidik kelas premium atas. Bahkan, berkat kesuksesannya ini, PT Sutera Agung Properti mulai memasarkan lagi Apartemen Saumata Suites yang pembangunannya dimulai Februari 2016. Di tahun ini juga, Boy rencananya akan menangani proyek apartemen terbaru di daerah Daan Mogot, Jakarta Barat, sebanyak 6

Perlahan tapi pasti, kesuksesan Boy di dunia properti membuat namanya kian diperhitungkan. Ia berharap, kehadirannya di dunia properti dapat memberi warna baru bagi industri ini: tak sekadar membuat konsumen tertarik, tetapi puas.

“KETIKA SAYA MELIHAT

ORANG SUKSES, SAYA SELALU INGIN MENCARI TAHU KUNCI SUKSESNYA ITU ORANG. SETELAH ITU, SAYA AKAN PRAKTIKKAN HINGGA BERHASIL. PRINSIP SAYA:

DIA BISA SUKSES, KENAPA SAYA TIDAK?”

Show unit apartemen

Saumata (atas) dan Saumata Suites (kanan).

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.