UNIKNYA HUNIAN PENDIRI COTTON INK

Lewat material serba-ekspos, hunian ini menjelma menjadi hunian unik dengan sejuta pesona.

Rumah - - Halaman Depan -

B agi Fedie Mulya (38) dan Ria Sarwono (28), yang merupakan pendiri Cotton Ink, salah satu merek fesyen ternama di Indonesia,rumah bukan sekadar tempat melepaskan rasa lelah dari rutinitas, melainkan sebuah bangunan ternyaman yang selalu dapat dijadikan alasan untuk kembali pulang.

Bagi Ria, yang merupakan pendiri Cotton Ink, salah satu merek fesyen ternama di Indonesia, rumah merupakan ekspresi. Oleh sebab itu, dalam proses membangun hunian Ria dan suaminya, Fedie Mulya (35), pun tak ingin asal merancang tanpa makna dan cerita. Butuh waktu 9 bulan bagi pasangan ini untuk merampungkan rumah mereka yang terletak di kawasan Ndalem Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dibantu sang arsitek Hendy Reinaldo dari biro arsitek PT Indie Outama Indonesia, Fedie pun mengerahkan gagasan dan tenaga untuk dapat mewujudkan rumah idaman. Dan, bertepatan dengan ulang tahun anak pertama mereka, Aksara Sajjana (3) pada bulan Mei 2015 lalu, Fedie dan Ria pun resmi menempati hunian pertama mereka.

KOLABORASI APIK BEBERAPA GAGASAN

Hunian mencerminkan karakter pemiliknya. Ya, rangkaian kalimat tersebut sepertinya cocok menggambarkan hunian milik pasangan muda ini. Pasalnya, rumah dengan luas lahan 170m2 ini memiliki tampilan interior yang sederhana namun menuai decak kagum. Hunian ini benarbenar mencerminkan kepribadian pemiliknya. Ria lebih menyukai gaya fesyen yang simpel namun tetap terlihat chic. Hal tersebut pun kemudian ia terapkan pada huniannya. Ya, dalam hal interior Fedie memang menyerahkan sepenuhnya kepada sang istri. “Bila dilihat dari sisi interior, boleh dikatakan ini Ria banget,” tutur Fedie menegaskan.

Sebaliknya, dalam hal pemilihan material Ria menyerahkan sepenuhnya kepada sang suami, seperti pemilihan material lantai, pintu, dan kabinet dapur. “Pintu tanpa kusen ini salah satunya, Fedie memang menginginkan rumah tanpa kusen pintu. Menurutnya biar tampil beda aja,” ujar Ria menimpali.

Tidak hanya itu, karakter Ria yang ceria pun tercermin dari banyaknya porsi bukaan yang diterapkan. Jendela-jendela tanpa gorden tampak mendominasi hunian bernuansa industrial ini. Kehadiran gorden digantikan roller blind berwarna putih sehingga cahaya alami masih dapat menyusup masuk ke dalam ruangan.

DARI FESYEN KE INTERIOR

Memiliki profesi di bidang fesyen menjadi nilai tambah tersendiri bagi Ria dalam merancang interior huniannya. Sebagai pendiri dan penanggung jawab konten produksi Cotton Ink, Ria dituntut untuk menghasilkan konten dan foto produk yang bagus dan disukai konsumen. Sehingga, tanpa Ria sadari ia telah menerapkan profesinya tersebut ke dalam interior huniannya. Mood

board (papan visual penuntun rancangan), diakui Ria menjadi salah satu kunci suksesnya dalam mendesain interior rumah.

“Kebetulan aku lebih bertanggung jawab lebih ke photo

shoot dan content production Cotton Ink jadi aku dituntut untuk menghasilkan konten yang bagus dan foto seperti apa yang orang bakal suka. Jadi tanpa aku sadari, saat menata rumah aku ingin ruangan tampak luas sehingga saat difoto hasilnya bagus” tutur wanita yang gemar main piano ini.

Ria juga menambahkan, selain ingin tampak lapang, ia juga menginginkan ruang yang clean (tak banyak barang) sehingga tampak rapi dan bersih.

BElaJar darI

KESALAHAN

Diakui Fedie, dalam proses pembangunan, ia kerap mengalami berbagai kendala. Wajar memang, karena mulai dari proses perizinan sampai pengadaan material ia lakukan seorang diri. Namun, kendala tersebut tidak lantas membuatnya gentar, justru ia jadikan sebagai sebuah tantangan.

“Tantangannya adalah ketika bata solo untuk dinding ekspos tidak tahan air dan cepat berlumut. Dari sini kita belajar dan mencari tahu cara mengatasinya, misalnya harus dipoles dulu baru dilapisi cairan pelindung. Hal-hal seperti itu yang membuat kita banyak belajar,” tutur pria juga merupakan pengusaha properti ini. Pengalaman pertama membangun rumah pun menjadi pembelajaran berarti bagi Fedie agar kelak dapat mengasilkan proyekproyek lain yang lebih mumpuni. Hunian Fedie dan Ria pun tak hanya seonggok bangunan tanpa cerita, melainkan sebuah “sarang” pembelajaran yang sarat makna.

LOKASI KEDIAMAN FEDIE MULYA DAN RIA SARWONO, TOWNHOUSE NDALEM JAGAKARSA, JAKARTA SELATAN

ARSITEK HENDY REINALDO, PT INDIE OUTAMA INDONESIA Area ruang makan yang dibalut bata ekspos pada dindingnya membuat nuansa industrial

Di balik dinding area makan terdapat tangga sebagai akses menuju lantai 2.

Jendela ini tidak hanya berfungsi sebagai pengantar cahaya tapi juga sebagai pintu menuju ke taman samping.

Lantai 2

Lantai 1

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.