Kapan memutuskan untuk membuat Indonesia Property Watch (IPW)?

Rumah - - Profil -

Berbicara soal properti khususnya di Indonesia, nama Ali Tranghanda pasti langsung mencuat ke udara. Prediksi yang cerdas, tajam, dan selalu menyasar market yang tepat, adalah ciri khas pria yang akrab disapa Ali ini dalam menjalani kariernya sebagai konsultan properti. Tak terhitung banyaknya perusahaan ternama di Indonesia yang telah menggunakan jasanya untuk mengevaluasi pasar dan melakukan prediksi properti.

Anda pun mungkin tak asing lagi dengan wajah pria asal Sukabumi, Jawa Barat ini. Pasalnya, tak jarang juga ia menjadi pembicara di berbagai seminar properti dan acara televisi, bahkan menjadi dosen dan trainer. Ya, Ali memang sudah melanglang buana dalam dunia properti selama hampir 20 tahun, sehingga properti telah menjadi “makanan” sehari-harinya.

Namun ayah 3 anak yang hobi traveling dan mengeksplorasi Indonesia ini mengaku, terjun ke dunia properti pada awalnya ternyata “kecelakaan”! Passion yang sesungguhnya baru ditemukan Ali saat benar-benar menyelami dunia profesi sebagai konsultan properti. Baginya, properti merupakan ilmu gado-gado yang sangat dinamis dan menantang, sehingga tak akan pernah habis untuk dieksplorasi.

Kali ini, RUMAH mendapatkan kesempatan untuk mengenal Ali lebih dekat dan “meminjam” kacamatanya untuk mengintip dunia properti Indonesia, pekerjaan sebagai konsultan properti, dan bagaimana ia menjaga integritas dalam bekerja. Inilah selintas percakapan dengan pria pendiri biro konsultan properti Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda.

Pada suatu hari, seorang wartawan kenalan bertanya pada saya, “Bang Ali, kenapa sih enggak buat perusahaan sendiri saja?” Saya tertarik dengan ide itu karena pada dasarnya saya bukan tipe yang bisa bekerja jika terlalu terikat rules. Atau yang dibilang orang, seniman. Akhirnya pada tahun 2006, saya membuka Indonesia Property Watch (IPW) hanya dengan 2 orang karyawan. Tantangannya adalah bagaimana mengatur waktu sendiri, mendisiplinkan diri, dan bersaing dengan perusahaan konsultan properti di Indonesia yang kebanyakan perusahaan asing. Cara yang saya lakukan adalah menguatkan hubungan ke media, membuat majalah properti, dan menulis buku, yaitu Hati-hati Perangkap Pasar Properti (2005) dan Property Mind Game (2007).

public housing

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.