Sampai Sarangnya

Bila dibiarkan, gigitan nyamuk dapat menyebabkan penyakit. Oleh karena itu, berantaslah!

Rumah - - Rumah Sehat - TIYA SEPTIAWATI tiyaseptiawati@gmail.com

Apa yang umumnya mengganggu Anda sewaktu tidur? Yang dengungannya sungguh mengganggu telinga, berwujud kecil, terlihat mata, namun pandai sekali mengelak karena kelincahannya? Ya, nyamuk! Demikianlah nama serangga yang seringkali mengisap darah kita dan membuat badan gatal. Hewan yang dijuluki sebagai Asian Tiger ini tak hanya membuat gatal siapapun yang digigitnya, namun berpartisipasi juga sebagai penyebar berbagai penyakit mematikan, seperti malaria dan demam berdarah.

Akhir-akhir ini, jumlah nyamuk tersebut terasa semakin banyak, apalagi saat malam hari ketika hendak tidur. Ini disebabkan oleh musim pancaroba yang sedang melanda Indonesia. Berdasarkan data dari Terminix, perusahaan pembasmi hama, pengaduan kasus demam berdarah biasanya meningkat pada bulan Juni, Juli, dan Agustus karena pada bulan ini terjadi musim pancaroba. Hal ini dapat menjadi dasar mengapa jumlah nyamuk yang “mampir” ke rumah Anda semakin banyak belakangan ini dan bukti bahwa gigitan nyamuk berbahaya bagi kesehatan mengingat cukup banyaknya kasus demam berdarah.

Lalu, di manakah biasanya nyamuk bersarang di rumah Anda? Menurut Abdul Wahid, Servis Supervisor Terminix, nyamuk menyukai ruangan yang gelap. Bagi nyamuk, spektrum warnawarna gelap sangat menarik perhatiannya sehingga orang yang menggunakan pakaian berwarna gelap pun lebih banyak dihampiri nyamuk. Oleh karena itu, untuk mengurangi populasi nyamuk di rumah, ciptakanlah suasana terang dan penggunaan warna-warna cerah pada furnitur dan ruangan di rumah Nyamuk pun enggan berada di rumah Anda.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati. Pepatah tersebut benar adanya. Daripada Anda uring-uringan karena nyamuk yang tak kunjung pergi dari rumah Anda, lebih baik Anda mencegah kedatangannya. Simak tip berikut ini! 1. Perbaiki sirkulasi udara. Biasakanlah untuk membuka jendela pada siang hari agar udara dalam rumah tidak lembap. Gunakan kasa nyamuk pada jendela dan lubang ventilasi agar nyamuk dan serangga dari luar tidak dapat masuk. 2. Biasakan untuk tidak menumpuk pakaian kotor di sudut-sudut ruangan karena dapat menjadi tempat persembunyian nyamuk. 3. Jika memungkinkan, gunakan air curtain (blower yang diletakkan di atas pintu) untuk mencegah serangga masuk ke rumah Anda. 4. Ciptakan suasana rumah yang terang dan sejuk, yang tidak disukai nyamuk. 5. Bersihkan air buangan kulkas

secara rutin seminggu sekali. 6. Setelah menyiram tanaman, sebaiknya segera buang sisa air tersebut. 7. Lakukan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur. Cara ini memang terkesan kuno dan sepele, namun efektif untuk mencegah berkembangnya nyamuk. Lakukan pengurasan bak mandi setiap 1 minggu sekali, menutup semua tempat penampungan air agar nyamuk tak bersarang, dan mengubur barang-barang bekas agar tak menjadi sarang nyamuk.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.