Apartemen Sebagai Jawaban

Rumah - - Serambi -

Pernahkah Anda berpikir, berapa kerugian yang Anda alami karena kemacetan lalu lintas? Pertama, kita kehabisan waktu. Pulang dari tempat kerja mungkin anak-anak sudah tidur, dan saat kita berangkat kerja mereka belum bangun. Ada banyak momen penting yang terpaksa kita lewatkan.

Waktu untuk berkomunikasi dengan anggota keluarga lain juga mungkin terbatas, karena pagi hari kita selalu terburu-buru mengejar waktu agar tidak terlambat sampai di tempat tujuan.

Perjalanan yang lama juga membuat badan kita mudah lelah. Sesampainya di rumah, kita enggan melakukan hal-hal lain; inginnya cuma tidur. Yang lebih parah, kadang-kadang emosi mudah meningkat. Hubungan dengan anggota keluarga pun mudah memanas.

Seorang teman yang pindah ke negara tetangga pernah berbagi cerita tentang betapa kualitas hidupnya meningkat hanya karena tidak ada macet di negara tersebut. Jam 6 atau 7 malam sudah duduk manis di rumah, main dengan anak, ngobrol dengan istri. Pikiran pun lebih enteng.

Di kota yang macet, solusi agar tidak mengalami kerugian seperti di atas, adalah tinggal dekat tempat kerja. Jawabannya adalah: apartemen. Memang, masih banyak orang yang enggan untuk tinggal di apartemen dengan sejuta alasan seperti biayanya mahal, luasannya terbatas, tidak kenal tetangga, parkirnya susah, dsb.

Ya, memang benar semua itu adalah nilai minus dari apartemen. Tapi setiap poin minus itu ternyata memiliki kompensasi yang sepadan dengan keuntungan yang bisa kita dapatkan. Dan setiap poin minus yang membuat orang ragu tinggal di apartemen itu, ternyata tidak sebegitu buruk. Tidak percaya? Silakan nikmati sajian lengkap laporan utama edisi ini.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.