LESTARIKAN BUDAYA LEWAT HUNIAN

Kecintaan sang pemilik pada budaya Jawa, disalurkan pada setiap elemen di rumahnya.

Rumah - - Rumah Kita - TEKS TIYA SEPTIAWATI tiyaseptiawati@gmail.com

Ada banyak cara untuk melestarikan kebudayaan Indonesia. Beberapa orang melakukannya dengan cara mengikuti kegiatan pelestarian budaya. Beberapa yang lainnya melakukan dengan cara mengajari generasi bawahnya tentang budaya Indonesia.

Endro Siswoko memiliki caranya sendiri dalam melestarikan budaya. Kecintaannya pada budaya Indonesia—khususnya Jawa—ia salurkan pada huniannya. Di setiap sudut rumahnya, ia leburkan unsur etnik Jawa menjadi sebuah seni yang apik.

Sentuhan etnik Jawa ini benarbenar tercermin dalam setiap elemen interior maupun eksterior rumah ini mulai dari ruang tamu, ruang keluarga, teras, kamar mandi, sampai elemen-elemen dekorasi lainnya.

Rumah yang dirancang sendiri oleh Endro ini memang sengaja dibalut dengan gaya etnik. Hal ini, menurutnya, karena gaya etnik seperti ini kini mulai ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia. Kebanyakan orang zaman sekarang banyak yang terkontaminasi oleh budaya luar sehingga banyak yang lebih memilih tema luar dibanding tema tradisional yang ada di Bumi Pertiwi ini.

Saat mendengar kata etnik, kebanyakan pasti langsung membayangkan ornamen berukir yang antik, kuno, dan serba berat. Tapi tunggu dulu, gaya etnik bukan berarti selalu diidentikkan dengan furnitur atau aksesoris ruangan yang diukir berat.

Endro mengatakan bahwa agar kesan berat itu hilang pada huniannya, ia tak mengaplikasikan gaya etnik secara keseluruhan. Ia hanya bermain pada ornamennya saja, kemudian dipadukan dengan warna-warna yang selaras.

Misalnya, warna cokelat untuk furnitur dan krem untuk bagian dinding. Hal ini mampu memberi sentuhan kehangatan yang nyaman serta dapat menunjang suasana natural dari ornamen ruangan yang bernuansa budaya Jawa.

BERBURU DI PAMERAN PAMERAN

Beberapa furnitur bermaterial kayu jati dan ukiran-ukiran Jawa didapat Endro dari kunjungannya ke berbagai pameran budaya Indonesia. “Kalau ada yang unik dan sesuai dengan tema rumah saya, pasti langsung saya beli,” ujar Endro. Menurutnya, dengan membeli furnitur yang berukir tersebut, ia juga turut menghargai karya-karya pengukir Jawa.

Endro juga mengatakan bahwa ia ingin seluruh furnitur di rumahnya memiliki satu tema dan senada dari segi warna dan ukiran. Itu mengapa banyak sekali unsur warna hijau

FOTO ABDUL HAKIM SANTOSO

LUAS BANGUNAN : 250M2 LUAS LAHAN : 180M2 Pada ruang keluarga ini tidak terlalu banyak ornamen kayu jati. Kehadiran sofa berbahan kulit juga membuat ruang ini tampak lebih ringan.

Cermin yang didesain dengan unik ini sangat menarik perhatian karena dilapisi dengan ukiran yang detail.

Endro sengaja mendesain teras belakang dengan sederhana. Berhadap-hadapan dengan taman, membuat penghuni dapat menikmati waktu santai di teras.

Lemari yang diukir dengan sangat detail ini sengaja diletakkan di pojok agar ruangan terlihat lebih lapang.

Dibalut dengan warna krem dan kuning membuat kamar mandi terasa hangat. Dengan hadirnya cermin yang berukir, membuatnya semakin manis.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.