KETIKA RUMAH JADI ARENA EDUKASI FAVORIT

Membangun hunian sebagai “lapak” belajar anak kini tak sekadar mimpi belaka. Bahkan, tak hanya belajar, hunian ini pun jadi ajang kumpul asyik karena desainnya yang “membumi”.

Rumah - - Rumah Kita - LUAS LAHAN : 180M2 LUAS BANGUNAN : 225M2

Hunian sebagai wadah membesarkan dan mendidik anak adalah mimpi Donny Irawan (39) sejak dulu. Sebuah tempat tinggal yang dapat memberikan fasilitas belajar yang mumpuni, lengkap dengan media pembelajarannya. Imajinasinya terus bergerak hingga ke persoalan desain, misalnya dengan menghadirkan rak yang dapat menyimpan buku-buku pelajaran dan keperluan sekolah lainnya.

“Tempat tinggal bagi saya tidak hanya sekadar tempat tinggal untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta dan tempat tinggal untuk menghabiskan sisa umur di hari tua. Tapi juga sebagai wadah untuk membesarkan dan mendidik anak,” ujar Donny bercerita.

Mimpi itu pun hanya ia simpan rapi di dalam benaknya. Pasalnya, dulu ia hanya menempati hunian seluas 160m2 bersama sang istri Lammiyah (34). Luas itu sudah cukup pas-pasan untuk mereka. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, hunian yang sudah ditempati sejak tahun 2009 ini pun terus kedatangan anggota baru, yakni kelima anak mereka, Diva Shafia Irawan (13), Diva Nasywaa Irawan (11), Muhammad Gevin Naufal Irawan (10), Diva Faizha Irawan (8), dan Muhammad Izdihar Sudrajat (2). Anggota baru yang terus bertumbuh besar, membuat Donny bertekad untuk membangkitkan kembali keinginan tersebut.

TAMBAH RUANG BARU

Awalnya, hunian ini tampil biasa saja tanpa balutan desain dan warna, bak sebuah wajah tanpa riasan. Namun, jumlah anggota keluarga yang semakin banyak membuat Donny memutar otak untuk membuat ruang-ruang baru untuk kelima anaknya. Tahun 2014, masalah Donny mulai menemui titik terang. Adalah Fadli Sirajuddin, dari biro A+Plan Architect and Interior Works, yang berhasil membawa imajinasi sang pemilik ke dalam bentuk konkret sebuah hunian ideal.

Fadli melakukan perombakan pada beberapa titik ruang. Perubahan yang paling signifikan adalah adanya penambahan dak lantai untuk ruang tidur anak perempuan di lantai 2 yang sebelumnya berada di bagian atap belakang. Sebelumnya, tidak ada ruang apapun di atas ruang keluarga. Dak tambahan tersebut dihadirkan untuk memperluas area ruang tidur anak perempuan sehingga cukup untuk menampung ketiga anak perempuannya.

Lalu bagaimana dengan mimpi membangun “lapak” belajar anak-anaknya? Ruang belajar itu berada di lantai 2. Fadli mengubah fungsi ruang yang semula ruang tidur menjadi ruang belajar. Sesuai dengan harapannya, terdapat 4 buah kursi dan meja lengkap dengan lemari dan rak bukunya. Setiap anak memiliki lokernya masing-masing. Menarik, bukan?

Sementara itu, ruang tidur anak laki-laki diletakkan persis di sebelah ruang belajar. Ruang tidur ini pun diperluas agar fungsinya maksimal. Untuk area lantai 1, perubahan terlihat dengan adanya sebuah pendopo sekaligus musala yang ditempatkan bersisian dengan taman samping. Suasana musala dengan taman terbuka ini mendukung aktivitas ibadah yang menuntut kekhusyukan. Hasil perluasan beberapa area ini membuat Donny dan istri bernapas lega.

“Dengan total luas bangunan baru 225m2, kami bisa bernapas lega, karena tidak hanya dapat mengoptimalkan ruang, kami juga dapat menghadirkan ruang-ruang baru yang fungsional, seperti musala yang sekaligus pendopo ini misalnya,” tutur Donny lega.

MAINKAN WARNA SESUAI FUNGSINYA

Menurut Fadli, ia banyak menemui hal menyenangkan saat mengerjakan proyek renovasi ini. Salah satunya adalah adanya kesamaan misi antara ia dan pemilik rumah dalam hal eksplorasi warna. Sejak awal, Donny menginginkan konsep hunian terbuka dengan ruang-ruang fungsional dan penerapan warna-warna ceria.

“Bisa dibilang hunian ini menerapkan warna-warna yang “berani” sehingga sangat menyenangkan bagi kami bermain dengan warna-warna tersebut tanpa takut hasilnya akan terlihat seperti taman kanak-kanak,” ujar Fadli bercerita.

Berdasarkan konsep tersebut, Fadli pun menerapkan warna-warna berbeda di setiap ruangnya dengan menyesuaikan fungsi dari ruangan tersebut. Misalnya saja, pada ruang keluarga dan ruang makan diberi sentuhan warna merah agar lebih enerjik dan bersemangat dalam beraktivitas. Warna merah juga dipilih karena merupakan warna favorit pemilik rumah.

Untuk ruang tidur anak lakilaki dibalut dengan warna biru berpadu dengan merah karena dapat memberi kesan maskulin dan

macho. Efek psikologis warna-warna tersebut pun dipercaya mampu memberi semangat pada si kecil sehingga membantu proses tumbuh kembangnya.

Beda halnya dengan kamar anak perempuan yang lebih didominasi warna-warna pastel nan lembut yang akan memberi kesan

girly dan feminin. Warna-warna ini pun dipilih berdasarkan keinginan ketiga anaknya. Untuk ruang belajar diberi nuansa warna oranye yang cerah. Selain agar suasana ruang terasa lebih terang, juga diharapkan dengan warna cerah dapat membangkitkan semangat belajar mereka.

Aneka warna yang menghiasi setiap dinding huniannya membuat ia dan keluarga betah berlama-lama. Tak heran, Donny dengan bangga menyebut rumahnya sebagai “sarang” ternyaman karena mampu mewujudkan imajinasinya.

Ruang makan yang bersatu dengan dapur. Senada dengan ruang keluarga, area ini pun diberi sentuhan rona merah pada kabinet dan kursi makannya. Warna hitam dan putih menjadi penyeimbang bagi si merah yang terkesan mendominasi.

Meja bar dihadirkan sebagai area santai kala menyantap kudapan ringan. Para tamu pun dapat dengan santai mengobrol di area ini.

Area ruang keluarga yang dibalut dalam sentuhan warna merah. Teknik masking tape yang diterapkan pada dindingnya membuat dinding tak tampil monoton.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.