CERDAS MENGOLAH BARANG BEKAS

BIAYA RENDAH, DESAIN ISTIMEWA

Rumah - - Halaman Depan -

TEKS SELVIA MARTIANI selvi@tabloidrumah.com FOTO JOU ENDHY PESUARISSA

M emberi kesempatan kedua tidak hanya berlaku pada manusia, barang bekas pun demikian. Dengan mengerahkan kreativitas, kumpulan barang bekas dapat disulap menjadi sebuah kreasi yang unik dan berdaya guna. Dalam dunia interior, konsep memanfaatkan barang bekas ini dinamakan upcycle. Upcycle juga dikenal sebagai sebuah proses menaikkan derajat barang-barang bekas.

Secara teori, konsep upcycle adalah sebuah proses mengubah barang bekas menjadi barang yang lebih berguna dan bernilai tinggi tanpa proses pengolahan bahan. Berbeda dengan konsep

recycle yang meleburkan bahan, lalu mengolahnya kembali menjadi sebuah produk baru. Adalah reiner Pilz dari Pilz gmbh yang pertama kali memperkenalkan istilah

upcycle untuk membedakannya dengan recycle.

Menurut Luthfi hasan, penggawang sekaligus kurator Jakarta vintage, konsep upcycle sudah ada sejak 30 tahun yang lalu. Popularitas upcycle ini semakin dikenal sejak gerakan

go green (lingkungan hijau) dicanangkan dan digencarkan di seluruh dunia. Bahkan, sejak

global warming semakin serius melanda dunia.

Di eropa, konsep upcycle tidak hanya gerakan menjaga lingkungan tapi sudah menjadi sebuah gaya hidup. “Konsep upcycle di Indonesia masih dipandang sebelah mata. Padahal, di eropa dan negara barat lainnya,

upcycle sudah menjadi sebuah gaya hidup. Mereka lebih memilih memanfaatkan barang bekas ketimbang membeli yang baru,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai perancang interior ini. Luthfi juga menambahkan

upcycle adalah sebuah solusi untuk mencegah pemborosan materi dan mengurangi penggunaan energi.

DESAIN LEBIH UNIK, BIAYA LEBIH MURAH

Pada dasarnya, Anda tidak perlu mengeluarkan bujet besar untuk membuat barang upcycle. Cukup memanfaatkan barang yang ada, kemudian memolesnya kembali. Tetapi, ketika barang upcycle tersebut sudah menjelma menjadi barang baru, maka nilai dan harga barang tersebut pun akan naik. Salah satu faktornya adalah kreativitas. ya, modal utama dalam menciptakan barang upcycle adalah kreavitas. Pasalnya,

upcycle menuntut kita untuk dapat menciptakan sebuah barang baru dari material rongsok. Jadi tidak heran, kalau banyak desainer atau para pelaku usaha yang membanderol harga tinggi untuk barang-barang upcycle ini.

“Ketika barang tersebut di- upcycle maka desain memainkan peran yang sangat penting. Karena kita tentu menginginkan barang tersebut menjadi lebih bagus dari sebelumnya. Itulah seninya upcycle. Mampu mengubah barang rongsok menjadi berguna,” ujar Luthfi menegaskan.

Barang-barang bekas yang kerap di- upcycle adalah palet kayu, ban, drum, tong, dan sebagainya. Barang-barang ini pun dapat Anda temukan di sekitar rumah Anda. Teknik

upcycle ini akan menciptakan sebuah konsep baru ke dalam hunian. Berikut ini ruMah akan memberikan inspirasi interior dari barang bekas dan langkahlangkah membuat barang bekas agar tampil gaya. Selamat mencoba!

Bingkai Foto Bekas

Kursi Pesawat Kursi Lama Di-finishing Ulang Meja dari Drum Minyak Sofa dari Palet Kayu Meja dari Koper Bekas

Punya barang bekas yang tidak terpakai? Eits, jangan dibuang dulu. Siapa tahu barang tersebut bisa disulap menjadi bentuk unik yang fungsional.

LOKASI KAFe DAMSKo By JUNKyArD, JaLan Birah raYa, BLok s, Jakarta sELatan

DESAINER TIM DAMSKo By JUNKyArD

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.