MENYIMPAN, BUKAN MENIMBUN

Rumah - - Serambi - dian@tabloidrumah.com @dekardha

Pengaturan rumah ( home organization) adalah salah satu pencetus stres paling universal. Demikian menurut survei online yang dilakukan oleh sebuah situs web. Rumah yang berantakan ternyata dapat membuat orang merasa cemas. Beberapa riset juga memperlihatkan bahwa kekacauan memang dapat menaikkan level hormon stres yang disebut cortisol.

Rumah berantakan sering kali disebabkan kita terjebak menyimpan benda yang sebenarnya tidak akan pernah kita pakai. Misalnya, baju-baju lama, sepatu yang sudah tidak nyaman dipakai, tas yang modelnya sudah out of date. Tanpa sadar, tempat penyimpanan kita justru dipenuhi oleh benda-benda seperti ini. Ini namanya bukan menyimpan, namun menimbun! Lalu benda-benda yang memang seharusnya disimpan, bercecer di sana-sini.

Untuk membuat rumah lebih teratur, membuat penyimpanan yang baik adalah kuncinya. Penyimpanan yang baik artinya semua benda diberi tempatnya masing-masing dengan pemilahan yang jelas. Namun, selain menciptakan rumah yang lebih rapi, menyimpan memiliki fungsi lain yaitu agar barang tidak hilang dan tidak mudah rusak. Kita menyimpan koper di lemari agar tidak berdebu. Kita menyimpan uang di bank agar tidak hilang. Kita menyimpan sayuran di lemari es agar lebih tahan lama.

Konsep penyimpanan yang baik juga harus memperhatikan aspek kemudahan untuk ditemukan kembali. Percuma menyimpan barang dengan baik, kalau saat ingin menggunakannya, kita sulit atau bahkan tidak berhasil menemukannya kembali.

Yang jelas, menyimpan berlaku untuk barang yang sedang tidak kita gunakan, tapi akan kita gunakan. Kalau barang itu memang tidak akan digunakan—dan bukan termasuk barang koleksi—sebaiknya singkirkan saja dari rumah!

Made Mardiani Kardha

Editor in Chief

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.