DEDIKASI BAGI PROPERTI INDONESIA

Tekadnya untuk selalu menjadi manusia yang berguna di mana pun ia berada membawanya menjadi orang nomor satu di PT Metropolitan Manajemen (Metland Group) dan REI DKI Jakarta.

Rumah - - Profil - TEKS EMILIA NURIANA emilianuriana@gmail.com FOTO YANNIS RUDOLF PRATASIK

Senyum Amran Nukman mengembang ketika diajak bercerita mengenai masa lalu hidupnya. Ketua DPD REI DKI Jakarta ini tidak memungkiri perjalanan hidupnyalah yang membuat ia sukses seperti saat ini. Sudah 25 tahun Amran, begitu ia akrab disapa, malang melintang di dunia properti. Keputusannya untuk berkuliah di jurusan Teknik Sipil pada waktu itu, membuat dirinya mencintai bidang ini.

“Waktu itu saya dihadapkan pada dua pilihan, Fakultas Hukum UI atau Teknik Sipil Trisakti,” kenang Amran. Kala itu Amran sampai salat istikharah untuk menentukan jurusan kuliah yang akan ia ambil. “Merupakan pilihan yang sulit, karena keduanya bidang yang sangat berbeda, kan?” ujar Amran. Tapi ternyata pilihannya tepat. Menggeluti dunia arsitektur dan properti bisa membawanya hingga menjadi orang nomor satu di Metropolitan Land dan REI DKI Jakarta.

Amran dipercaya menjadi seorang pemimpin bukan sematamata karena hasil berkampanye. Orang-orang disekitar Amran-lah yang memilih dirinya hingga menjabat di posisi tertinggi.

“Saya sama sekali tidak melakukan kampanye. Seiring berjalannya waktu, orang-orang akhirnya memercayai saya untuk duduk di jabatan tertinggi,” ungkap Amran. Ayah dua orang anak ini mengakui bakat organisasi yang dimiliknya sejak kecil juga membantu perjalanan kariernya.

“Bisa dibilang saya berorganisasi sejak kecil. Saat SD, saya menjadi ketua kelas lalu berlanjut menjadi ketua OSIS di SMP dan SMA,” kata penyuka warna hijau dan biru ini. Kesukaannya berorganisasi ini kemudian menjadikan Amran pribadi yang bisa bergaul dengan siapa saja dan pandai bernegosiasi. Kegiatan beroganisasi juga dilakukannya di lingkungan rumah. Uniknya, Amran sudah 15 tahun menjadi pengurus RT dan RW di lingkungan rumahnya di Bintaro.

BeRPIndAH-PIndAH

Pekerjaan ayahnya yang mengharuskan keluarga Amran berpindah-pindah tempat tinggal juga menjadi kenangan tersendiri dalam hidup Amran. Untuk berpindah rumah, keluarga Amran tidak menggunakan tas koper dan kardus untuk mengepak barang, melainkan peti kayu. “Peti kayu dibuat sedemikian rupa agar kuat dan bisa dipakai lagi untuk pindahan berikutnya,” ujar Amran seraya tertawa.

Amran kecil pernah tinggal di berbagai daerah di Indonesia. Dari mulai Palembang, Kalimantan, Sumatera Utara, hingga Aceh. Pengalaman berpindah inilah yang juga melatih kemampuan Amran bersosialisasi. “Saya sudah bertemu dengan banyak orang dengan latar belakang yang bermacam-macam. Inilah yang melatih saya untuk bersikap,” ungkap pria asal Palembang ini.

BeRMAnFAAt dI MAnA PUn

Jika ditanyakan soal cita-citanya, maka Amran menjawab ingin bermanfaat di mana pun ia berada. Amran mengaku cita-cita tersebut merupakan panggilan dari dalam dirinya.“Nilai tertinggi orang bukan dari berapa banyak yang dia punya, tapi berapa banyak yang ia berikan,” kata Amran.

Lalu bagaimana sosok Amran di mata keluarganya? “Papa adalah seseorang yang tegas tapi dalam pengertian yang baik, ia tidak pernah memaksa anak-anaknya memilih sesuatu dan selalu demokratis,” cerita Nadira (20), putri pertama Amran. Nadira juga mengakui cara mendidik ayahnya tersebut membuat dia dan adik laki-lakinya menjadi seseorang yang bertanggung jawab dalam hidup.

“Nilai tertinggi orang bukan dari berapa banyak yang dia punya, tapi berapa banyak yang ia berikan.”

Amran ketika berdiskusi dengan jajaran direksi Pt Metropolitan Land

Keluarga Amran nukman

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.