PERANGKAT DAN BUMBU DAPUR PERLU DIJAGA KEAWETAN DAN KESEGARANNYA

Aktivitas memasak jadi lebih cepat dan nikmat berkat pengorganisasian peralatan dapur yang tepat.

Rumah - - Laporan Utama - TEKS TIYA SEPTIAWATI tiyaseptiawati@gmail.com FOTO JOU ENDHY PESUARISSA

Ketika memasak menjadi aktivitas rutin setiap harinya maka Anda pun mendambakan kondisi dapur yang tertata rapi, bukan? Namun, dapur yang rapi bisa saja hanya menjadi impian belaka ketika area penyimpanan yang ada relatif sempit dan organisasinya cukup buruk, sementara benda– benda yang harus ditampung dalam tempat penyimpanan tersebut sangat banyak.

Alhasil, banyak benda diletakkan begitu saja di sudut– sudut dapur dan meninggalkan pemandangan yang tak sedap. Untuk menghindari kondisi dapur berantakan dengan barangbarang yang tidak diperlukan, sebaiknya tata barang-barang yang dipakai setiap hari dan yang jarang digunakan di dalam ruang penyimpanan yang terpisah.

Menurut Enira Arvanda, Anda harus tahu seberapa sering aktivitas memasak. Bila sering, apa sih yang Anda perlukan saat di dapur? Nah, barangbarang tersebutlah yang harus diletakkan paling dekat dengan anda untuk efisiensi waktu Anda berada di dapur. “Jadi waktu di dapur tidak habis untuk sekadar mencari barang-barang keperluan memasak,” ujar Enira. Dengan pengorganisasian yang baik, dapur pun terlihat rapi dan aktivitas memasak menjadi lebih bergairah. Lantas, bagaimana cara mengorganisasikan peralatan dapur di dalam penyimpanan? Simak ulasan berikut ini! Sebaiknya bumbubumbu diletakkan khusus di lemari bumbu. Selain mempermudah, bumbu yang disatukan dengan bahan lain cenderung menimbulkan bau. Bau tersebut akan menempel bila tidak ada sekat. Tempatkan juga bumbu di tempat yang kering, jangan yang lembap. Anda dapat menyimpan sendok dan garpu di tempat yang sama. Hal ini selain membuat tempat penyimpanan menjadi rapi, juga akan memudahkan dan mempersingkat waktu dalam mencari barang tersebut. Piring dan sendok yang digunakan sehari-hari dapat Anda letakkan di dalam rak penyimpanan di dekat meja makan, sedangkan cangkir yang jarang digunakan bisa Anda letakkan di lemari tertutup di kabinet atas. gelas-gelas bisa Anda letakkan di dapur bersih. Lemari piring sebaiknya tertutup sebab rentan berdebu dan dijangkau serangga. Contoh peralatan dapur yang mungkin tidak dipakai setiap hari adalah peralatan untuk memasak kue, seperti mixer, loyang, dan cetakancetakan kue. Jika Anda tidak membuat kue setiap hari, Anda bisa menyimpan microwave di lemari sehingga tidak memenuhi dapur Anda. Hal ini akan membuat dapur terlihat lapang dan luas. Tempatkan perabot sesuai frekuensi penggunaan. Yang jarang digunakan, diletakkan di bagian atas. Simpan sesuai ukuran, barang kategori S ( small) di laci atas, M (medium) pada laci tengah, dan L ( large) di laci bawah. Anda juga dapat meletakkan perabot sesuai dengan fungsinya. Misalnya, letakkan panci di kabinet paling atas atau letakkan centong di kabinet di bawah kompor. Dengan begini, Anda dapat mengingatnya dengan mudah saat akan menggunakan. Ada begitu banyak ragam bumbu yang terdapat di Indonesia. Jika kemampuan mengenali bumbu Anda terbatas, memberi label pada setiap toples bumbu adalah cara cerdas untuk mengenali bumbu dapur Anda. Masak pun menjadi cepat dan mudah saat menyiapkan hidangan favorit Anda dan keluarga. Hemat ruang kosong pada kabinet dengan menggantung peralatan masak. Cara ini, selain menghemat tempat, juga bisa mempermudah Anda saat ingin mengambil dan mengembalikan peralatan memasak.

DOK. IKEA

Dengan lemari ini, anda dapat menyimpan sembako dan bahan makanan.

loKaSi keDiaMan T.J. TiMOTHius – HerLina TiMOTY, SUNTER, JAKARTA UTARA

KontRaKtoR RUDY KARNADY, PT. INTI gLoBAL USAHA BERSAMA

LOKASI KEDIAMAN EDI gUNAWAN, APARTEMEN gADINg NIAS, JAKARTA UTARA

ARSITEK EDI gUNAWAN, DE ARCH, FX SUDIRMAN, JAKARTA

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.