Jakarta Klasik yang Terlupakan

Apakah peninggalan Jakarta tempo dulu hanya bisa ditemukan di Kota Tua? Salah besar! Sisa-sisa kejayaan masa kolonial masih bisa terlihat di setiap pelosoknya, salah satunya di daerah pusat, yakni di Menteng dan Cikini, Jakarta Pusat.

Rumah - - Jalan-Jalan - TEKS CANDELLA SARDJITO candellasardjito@gmail.com *) FOTO CANDELLA SARDJITO *) Kontributor RUMAH

Minggu pagi. Puluhan pasang kaki sudah melewati trotoar rapi yang berada di jalan yang dinamai Jalan Cikini Raya. Tak heran. Letak Jalan Sudirman, lokasi Car Free Day di Jakarta, memang tak terlampau jauh dari jalanan ini sehingga banyak pengunjungnya yang singgah di sana.

Namun, kebanyakan di antara mereka hanya mendatangi titiktitik penjaja kuliner pagi, gedung mal Menteng Huis, ataupun bangunan pengusung bentuk modern lainnya. Padahal, di antara jajaran ruang publik komersil itu, terdapat beberapa bangunan penyimpan memori yang masih berdiri kokoh. Tak hanya di Jalan Cikini Raya, di jalanan “tetangga”-nya—seperti Jalan Menteng Raya dan Gondangdia— deretan bangunan kolonial bisa ditemukan dengan mudah. Area ini merupakan beberapa titik di Jakarta yang masih memuat bangunan-bangunan cagar budaya di dalamnya. Jika Anda berada di tengahnya, nuansa nostalgia akan sangat kental terasa.

Memang, pada masa kolonial, kawasan Cikini, Menteng, Gondangdia, hingga Kebon Sirih dikenal sebagai salah satu daerah elit di Batavia, yang dibangun untuk memfasilitasi kehidupan serta kenyamanan sosial di tanah Hindia Belanda. Penataan kawasan ini bermula dari proyek Menteng— dinamai Nieuw Gondangdia— yang dibangun pada tahun 1890. Awalnya, proyek tersebut dirancang oleh arsitek Belanda bernama P.A.J Mooijen. Lantas, pada perkembangannya, arsitek F.J Kubatz memodifikasinya dengan penambahan tanaman dan penataan jalan.

Alhasil, pada tahun 1910 hingga 1918, kawasan ini berkembang menjadi sebuah area permukiman elit pertama yang menggunakan konsep bangunan villa berlanggam khas Eropa. Kala itu, daerah ini memang khusus diperuntukkan bagi masyarakat pendatang dari Eropa yang bermukim di tanah Batavia. Bahkan, saat itu, seorang pakar lingkungan—Thomas Karsten— mengungkapkan bahwa Menteng telah memenuhi persyaratan kebutuhan perumahan untuk kehidupan yang layak.

Menteng memang masih menjadi wilayah permukiman elit hingga detik ini, namun, tak demikian halnya dengan beberapa kawasan tetangganya, Cikini dan Gondangdia. Meskipun bangunan pengusung bentuk kolonial berjajar di sana-sini, tak semua orang tahu, bahwa daerah-daerah ini merupakan saksi sejarah yang masih menyimpan sisi nostalgia di dalamnya.

Lantas, bangunan-bangunan “seksi” mana sajakah yang akan membuat Anda jatuh cinta dan tercengang ketika melihatnya dan menelaah sejarahnya? Ikuti penjelajahan saya berikut ini.

Kawasan Cikini di masa lampau.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.