Rumah raden saleh, kompleks rs pgi cikini

Rumah - - Jalan-Jalan -

Perjalanan selanjutnya mengarah ke sebuah jalan bernama Jalan Raden Saleh Raya. Sekitar setengah jam berjalan, dari kejauhan, ada bangunan yang bentuknya tak biasa, mengingatkan akan rumah-rumah megah di benua Eropa, dengan pilar-pilar penopang bangunan, serta ornamen ikonik di sisi atas bangunan. Seperti sebuah istana.

Namun, anehnya, bangunan berwarna putih gading tersebut berada dalam sebuah kompleks rumah sakit, yakni RS PGI Cikini. Untuk memasukinya, saya harus melewati pintu samping gerbang parkir, lalu berjalan hingga mencapai sebuah pekarangan luas yang dihiasi oleh pohonpohon rindang. Tepat di depannya, bangunan penambat mata tersebut berdiri dengan kokoh.

Ternyata, bangunan ini merupakan “istana kecil” milik pelukis legendaris Indonesia, yakni Raden Saleh.

Berbagai sumber menyebutkan, bahwa bangunan berlanggam arsitektur Gothic ini meniru kastil Callenbergh di Coburg, Jerman. Namun, ada pula yang mengungkapkan bahwa sang pelukis mahsyur meniru Ruang Ksatria di Kota Gravenhage (Ridderzaal) di Belanda. Pada awalnya, pekarangan rumahnya begitu luas, mencakup tanahnya yang kini menjadi kompleks rumah sakit, serta kebun binatang yang kini menjadi Taman Ismail Marzuki.

Meskipun kini bangunan tersebut digunakan sebagai aula, ruang direksi, dan ruang rapat bagi yayasan RS PGI Cikini, keasliannya masih terjaga. Bahkan, terdapat satu ruangan yang masih menyimpan furnitur asli milik sang maestro. Kelak, bangunan yang tengah dikonservasi oleh pemerintah ini akan diubah menjadi Museum Raden Saleh. Penasaran?

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.