BENTUK RUMAH, RASA APARTEMEN

Hunian ini punya konsep yang sama dengan town house. Namun, lokasinya yang berada di atas gedung atau bangunan tinggi menjadi keunikan dari perumahan ini. Akankah konsep ini menjadi tren?

Rumah - - Halaman Depan - TEKS EMILIA NURIANA emilianuriana@gmail.com FOTO TEDDY YUNANTA

Ada yang unik dari atap gedung pusat perbelanjaan di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat ini. Bila Anda perhatikan, di bagian atap atau rooftop pusat perbelanjaan ini berjajar rumahrumah tapak layaknya perumahan di atas tanah. Perumahan berkonsep town house ini bernama The Jakarta Residence.

Berbeda dengan hunian di gedung tinggi lainnya seperti apartemen dan kondominium. Perumahan di atas gedung ini terdiri dari puluhan unit rumah dua tingkat yang memiliki kelengkapan layaknya rumah tapak atau landed house. Rumah-rumah dengan LB/LT 200m2/140m2 ini memiliki 3 unit kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, ruang makan, 2 kamar mandi, serta garasi dan carport pribadi.

Fasilitas Bagai aparteMen

Bisa dibilang kelengkapan fasilitas menjadi daya tarik rumah di atas gedung ini. Di mana lagi Anda bisa mendapatkan suasana layaknya perumahan namun dikelilingi fasilitas bak apartemen seperti ini? Konsep one stop living yang menjadi daya tarik apartemen bisa dinikmati apabila Anda tinggal di perumahan yang lokasinya berada di atas gedung ini.

Apalagi, lokasi perumahan The Jakarta Residence ini berada di atas pusat perbelanjaan yang membuat penghuni tidak perlu repot-repot pergi jauh untuk membeli kebutuhan seharihari. Belum lagi, ketersediaan area bermain anak dan fasilitas olahraga seperti kolam berenang dan lapangan tenis yang biasanya hanya ditemukan pada apartemen atau perumahan besar saja. Menarik, kan?

Masih Diragukan

Meski unit rumah town house di The Jakarta Residence sudah terjual, konsep perumahan semacam ini masih diragukan akan menjadi tren oleh beberapa pihak. Tak hanya orang awam, kesangsian ini juga berasal dari para ahli di bidang properti.

Misalnya saja Anisa Adnin (32), seorang pegawai swasta di kawasan Jakarta Selatan. Saat ditanya ketertarikannya, ia mengaku masih ragu untuk membeli rumah di atas gedung. Tidak adanya hak milik atas tanah dari rumah di atas gedung jadi alasan utama dirinya enggan memilih rumah di atas gedung. “Selain itu, kalau mau renovasi juga sulit karena rumah seperti itu biasanya tidak boleh direnovasi, kan,” ujar Nisa.

Kepala riset dan konsultasi properti dari Savills Indonesia, Anton Sitorus, juga mengatakan konsep hunian di atas gedung masih sulit berkembang di Indonesia. Status kepemilikan strata title yang sama dengan apartemen membuat konsep hunian ini sulit diterima masyarakat. Menurut Anton, secara tipologi rumah tapak ( landed house) dan apartemen saja sudah berbeda. Saat membeli apartemen, yang dibeli adalah unit ruangan tanpa memiliki halaman. Sedangkan rumah di atas gedung dijual tidak hanya berupa ruangan melainkan satu rumah utuh lengkap dengan halaman.

“Perbedaan bentuk inilah yang membuat status strata title tidak cocok diterapkan pada rumah di atas gedung tapi mau tidak mau diterapkan karena rumah berdiri di atas bangunan lain yang tidak bisa dijadikan hak milik pribadi,” kata Anton.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.