Tip memilih lampu emergency

Listrik mati di malam hari bukan berarti Anda harus gelap-gelapan. Lampu emergency dapat jadi sumber cahaya yang menerangi rumah Anda. Begini cara memilihnya.

Rumah - - Halaman Depan - TEKS WINDA DEWANTARY windadewantary@gmail.com DINDING ATAU PORTABEL?

Apakah Anda sering mendapat “jatah” pemadaman bergilir? Listrik merupakan salah satu kebutuhan vital bagi kehidupan, sehingga pekerjaan kita terganggu jika listrik padam. Listrik mati, otomatis lampu tak bisa Anda nyalakan. Padahal tanpa pencahayaan, kegiatan tak bisa dilakukan dengan nyaman.

Untuk mendapatkan pengganti lampu di saat listrik padam, Anda dapat menggunakan lampu emergency. Mungkin dulu kita sering menggunakan lilin saat listrik padam, tapi penggunaan lilin yang salah berisiko menimbulkan bahaya kebakaran.

Beberapa orang ada yang memilih menggunakan Generator Set (genset) untuk menyalakan listrik ketika listrik PLN padam. Genset memang mampu menerangi satu rumah ketika listrik sedang padam, tetapi tak praktis, baunya pun cukup menganggu. Selain itu, memakai genset akan memakan biaya yang cukup besar.

Sekarang ini, cukup banyak merek dan jenis lampu emergency di pasaran. Sebelum memilih, simak penjelasan di bawah ini.

Menurut Indah Suzanti, Country Product Marketing Manager Philips Indonesia, berdasarkan kegunaan dan penempatannya, lampu emergency dibagi 2 jenis, yaitu portabel dan wall light (lampu dinding). Jenis portabel, adalah lampu emergency yang bisa dibawa ke mana-mana, sehingga cahayanya tidak hanya berada di satu tempat, tetapi bisa diletakkan di mana pun sesuai kebutuhan. Keuntungan lampu ini adalah, si pengguna dapat membawanya ke tempat yang ia inginkan, dan tak perlu repot mencari penggantungnya.

Wall light memiliki ciri, selalu diletakkan pada dinding atau menempel di suatu bidang. Meski memiliki handle (pegangan) supaya bisa dibawa-bawa, prinsipnya adalah lampu tersebut akan selalu diletakkan di tempat yang sama. Karena sejatinya ia bukan untuk dibawa-bawa, biasanya bentuknya tak nyaman digenggam. Namun bentuk ini punya keunggulan, yakni Anda tak perlu repot mencarinya lagi karena ia selalu berada di sana.

LED ATAU NEON?

Selain berdasarkan kegunaan dan penempatan, lampu

emergency bisa diklasifikasikan menurut sumber cahaya atau jenis lampu yang digunakan. Ada yang menggunakan lampu neon, lampu ulir atau bisa disebut lampu hemat energi, juga lampu LED. Dari segi biaya, Lampu LED lebih unggul karena memiliki tingkat cahaya yang baik, serta perbandingan watt yang lebih kecil dibandingkan dengan lampu neon sehingga penggunaannya akan lebih irit.

Namun sayangnya, harga lampu LED lebih mahal dibanding lampu emergency neon. Selain itu, ketika salah satu dari lampu LED itu mati, Anda harus mengganti semuanya. Ini berbeda dengan lampu neon, ketika mati, ia dapat diganti kapan saja. Hal ini berlaku pada lampu emergency neon yang menggunakan 2 lampu.

AUTO CHARGE ATAU MANUAL?

Secara umum lampu

emergency memiliki waktu terang sekitar 4-6 jam dan masa pengisian baterai selama 8-10 jam. Ada 2 jenis pengisian baterai yakni sistem auto discharge dan manual discharge.

Pada sistem auto discharge,

lampu akan mengisi baterai ketika kosong dan berhenti men- charge secara otomatis ketika baterai sudah penuh. Sistem ini membuat baterai tidak akan mengalami

over charge dan rusak. Lampu jenis ini juga lebih praktis karena pengguna tidak perlu mencabut dan mencolok kabel lampu.

Manual discharge, yang biasanya terdapat pada lampu

emergency dengan jenis portabel, adalah lampu yang mengharuskan pengguna mengisi daya listrik secara manual (dengan cara mencolok kabel ke stop kontak dan mencabut aliran listriknya jika penuh). Lampu jenis ini biasanya lebih murah namun risikonya, jika Anda lupa mencabutnya, terjadi

over charge yang ujung-ujungya membuat baterai jadi tak awet.

BATERAI: LITHIUM ATAU LEAD ACID?

Ada 2 jenis baterai pada lampu emergency, yakni lithium dan lead acid. Baterai lithium memiliki keunggulan, yaitu lebih tahan lama, tipis seperti baterai handphone, sehingga membuat produk menjadi lebih ringan. Sementara baterai Lead-Acid, tidak tahan lama, bentuknya besar, sehingga membuat produk menjadi lebih berat.

Nah, setelah membaca ini. Anda jadi tahu harus memilih yang mana, kan?

Foto VIctoR aDIanGGaRa

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.