BERBAGI KAMAR KAKAK & ADIK

Walaupun kamar mereka bersatu, privasi harus tetap dimiliki masing-masing anak.

Rumah - - Halaman Depan - TEKS TIYA SEPTIAWATI tiyaseptiawati@gmail.com FOTO YANIS RUDOLF PRATASIK

Keterbatasan jumlah ruang dan luas rumah kerap menjadi alasan mengapa Anda harus menyatukan kamar anak yang satu dengan lainnya. Terkesan mudah memang. Namun, banyak hal yang harus diperhatikan saat Anda ingin menyatukan kamar mereka sebab hal ini akan berdampak pada psikologi kedua anak.

Ketika kakak dan adik harus berbagi kamar tidur, ada beberapa aturan yang perlu diterapkan agar anak-anak tidak bertengkar. Selain itu, aturan ini pun perlu Anda perhatikan agar kedua anak merasa nyaman di kamar mereka sendiri.

1 Menurut Enira Arvanda, dosen interior Universitas Indonesia, sebelum Anda menyatukan kamar anak-anak, Anda perlu membicarakannya dengan kedua anak. Hal ini penting untuk mengetahui keinginan anak terhadap kamarnya, sebab setiap anak pasti memiliki keinginan yang berbeda pula.

2 Bagaimana jika keinginan keduanya bertentangan? Enira menyarankan untuk mencari garis tengahnya. Misalnya saja sang kakak menyukai tema mobil balap, sementara adik menyukai robot, Anda tak lantas harus membelah dua dinding menjadi dinding mobil dan dinding robot, namun Anda bisa menerapkan kedua tema tersebut pada soft furnishingnya saja, misalnya seprai atau bantal. Bila Anda memaksakan kedua tema tersebut diaplikasikan pada dinding, desain kamar anak Anda kemungkinan akan terlihat tidak selaras.

3 Jika luas ruangan terbatas, Anda dapat menggunakan kasur tingkat. Namun, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu siapa yang mau tidur di kasur bawah dan siapa yang di atas. Perhatikan juga keamanannya. Jangan gunakan kasur tingkat untuk anak usia di bawah 6 tahun karena riskan untuk terjatuh. Anda juga dapat menggunakan kasur lipat, namun engsel dari kasur ini cenderung mahal.

4 Boleh saja menyatukan anak perempuan dan laki-laki di satu kamar, namun tidak direkomendasikan. Perbedaan karakter keduanya bukan tidak mungkin akan membuat mereka sering bertengkar. Namun, bila ruangan memang terbatas, satukan kamar mereka sampai anak menginjak usia 6 tahun. Selepas usia itu sebaiknya dipisahkan sebab anak sudah tahu perbedaan jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Masing-masing pun sudah punya wilayah privasi sendiri.

5 Tidak direkomendasikan untuk menyatukan kamar bayi dengan balita. Hal ini karena mereka belum memiliki sense of safety. Harus ada orang ketiga di antara mereka.

LOKASI KEDIAMAN BUDI & KUSUMA, CITRA GARDEN, DAAN MOGOT

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.