PRESENTER SEKALIGUS DESAINER INTERIOR

Selain dikenal sebagai pembawa acara di salah satu televisi swasta, Aghnia Fuad juga merupakan desainer interior yang telah berhasil menangani beberapa proyek di usianya yang belia.

Rumah - - Halaman Depan - TEKS TIYA SEPTIAWATI tiyaseptiawati@gmail.com FOTO VICTOR ADIANGGARA

Perjalanan karier Aghnia Fuad memang terbilang baru seumur jagung. Ia memulainya dengan menerima tawaran sebagai pembawa acara sekaligus desainer interior pada salah satu program di televisi swasta. Tawaran yang ia ambil sesaat setelah sidang mahasiswa tingkat akhir tersebut seakan menjadi gerbang awal kariernya dalam menapaki dunia desain interior.

Tak pernah ia sangka sebelumnya bahwa acara tersebut mendapat respon positif dari beberapa pihak. “Cukup banyak penonton yang meminta saya menjadi desainer rumah mereka dan mereka jadi klien saya, contohnya beberapa rumah di Bintaro,” cerita perempuan kelahiran 1992 ini.

Jam terbangnya yang masih baru sebagai desainer interior itupun kerap membuatnya dilanda rasa tak percaya diri. “Kadang saya berpikir, ‘percaya enggak, sih, mereka sama saya?’ Tapi, dengan berjalannya waktu saya jadikan itu sebagai tantangan untuk saya. Saya semakin yakin dengan apa yang saya jalani karena sudah mempelajari ini semasa kuliah dan bertemu dengan orang-orang baru yang membuat saya belajar, ’’ ujarnya saat ditemui di kediamannya.

Hal ini pun terbukti dengan semakin banyaknya tawaran pekerjaan yang datang menghampirinya. Salah satunya ialah menjadi juri pada ajang Nippon Paint Young Designer Award Indonesia 2015.

Pengalaman menjaDi juri

Saat ditanya bagaimana perasaannya ditunjuk menjadi juri pada ajang tersebut, Ghina— sapaan akrab Aghnia—mengaku sangat kaget. “Saya nanya balik ke mereka, yakin mengajak saya? Kenapa mengajak saya yang bisa terbilang sangat baru di dunia desain interior?” ujarnya. Lantas, pihak yang menggandengnya untuk menjadi juri itu pun menjawab bahwa mereka yakin dengan kemampuannya dan tertarik dengan public speaking Ghina.

Mendengar jawaban tersebut, Ghina pun mengamini ajakan menjadi juri. Ia melihat bahwa ini adalah kesempatan baik yang tak boleh dilewati begitu saja. “Saya tidak mau menutup kemungkinan apa pun dan kesempatan apa pun, dan enggak mau takut walaupun ini menjadi hal yang sangat baru buat saya,” ujar perempuan berambut cokelat ini.

Pada ajang ini, ia menilai hampir 200 peserta dalam waktu 2 minggu. Para peserta didominasi oleh mahasiswa. “Saya antusias dan apresiasi sekali terhadap keberanian mereka, sebab mempersiapkan itu pasti tidak mudah. Desainnya pun sangat variatif sekali dan banyak desain yang sudah sangat siap,” ujarnya menambahkan.

Pengalamannya menjadi juri ini pun mempertemukan dirinya dengan juri lainnya yang sudah senior dan profesional di bidangnya. Mulai dari Grace Hartanti, Ibam Arafi Bastaman, David I Tay, dan Fendarie Su Pek Fuang dari Malaysia.

arsitek Vs Desainer interior

Ghina berkisah bagaimana awalnya ia bisa terjun di dunia desain interior. Ia sempat berada di antara dua pilihan, yaitu menjadi arsitek atau desainer interior. Ghina pun lantas meminta pendapat dari sang ayah yang juga merupakan seorang pengembang.

“Dulu saya sempat bingung antara memilih arsitektur atau desain interior. Tapi karena ayah saya sudah profesional di bidangnya, saya banyak belajar dari dia. Beliau juga banyak bertanya ke temantemannya yang arsitek dan desainer interior. Banyak yang bilang bahwa bidang desain interior ini sangat promising (menjanjikan) untuk beberapa tahun ke depan,” ujarnya.

Desain interior pun dipilihnya karena kesukaannya terhadap detail-detail interior dan ingin membuat semua orang nyaman di dalam rumahnya. “Bisa dibilang bahwa pekerjaan desainer interior ini membawa kebaikan juga dengan cara yang lain, cara yang unik, dengan cara kita membuat sesuatu di dalam ruang sehingga pengguna bisa beraktivitas dengan maksimal dan nyaman. Membantu dengan cara yang lebih seru!” ujarnya dengan semangat.

Perempuan yang selalu tersenyum ini juga mengaku sangat terinspirasi dari sang ibu. Menurutnya, walaupun ibunya merupakan ibu rumah tangga, beliau selalu berhasil membuat suasana rumahnya menjadi nyaman.

Presenter atau Desainer interior?

Bila disuruh memilih antara menjadi pembawa acara atau desainer interior, menurutnya keduanya sangat seru. “Tapi balik lagi, saya sangat enjoy di dunia interior. Saya sangat menikmati proses, dari saya kuliah, saya belajar, dan saya kerja sekarang saya benarbenar menikmati. Bertemu dengan klien baru atau mengenal material-material baru sampai pekerjaan tukang yang mengharuskan saya untuk manjat kalau sedang di proyek, itupun saya enjoy,” jawabnya sambil diselingi tawa.

Namun, menjadi pembawa acara juga cukup menyenangkan menurutnya. Ia bisa berbagi dengan orang banyak melalui cara yang berbeda, yakni menjadi pembawa acara yang tayangannya bisa dilihat oleh sejuta pasang mata di Indonesia.

rencana Di tahun 2016

Selain masih aktif sebagai pembawa acara, lulusan jurusan Interior Desain dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini saat ini juga sedang disibukkan oleh beberapa proyek untuk rumah tinggal, di Pondok Indah dan Tirtayasa.

Memasuki tahun 2016, Ghina memiliki resolusinya sendiri. Ia akan tetap fokus di dunia ini, terus eksis, dan terus mencoba hal-hal baru. Ia juga berharap bisa mendapat proyek-proyek yang lebih menantang dan lebih seru lagi. Ia berharap bisa punya konsultan desain interior yang dikenal oleh banyak orang dan memberikan manfaat untuk orang banyak.

“Dalam perjalannya juga saya akan mempersiapkan S2, punya produk di bidang interior, mempersiapkan ide-ide baru, menjalin pertemanan dengan desainer-desainer, mewujudkan brand furniture sendiri yang mungkin akan terwujud di tahun 2016,” tutupnya sambil mengamini resolusinya tersebut.

Bisa dibilang bahwa pekerjaan desainer interior ini membawa kebaikan juga dengan cara yang lain, cara yang unik, dengan cara kita membuat sesuatu di dalam ruang sehingga pengguna bisa beraktivitas dengan maksimal dan nyaman. Membantu dengan cara yang

lebih seru!

Nama : Aghnia Fuad Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 13 Agustus 1992 Pendidikan : S1 Desain Interior, ITB

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.