DAPUR ERGONOMIS UNTUK ORANG INDONESIA

Dapur harus dirancang seergonomis mungkin supaya aktivitas di dapur menjadi nyaman. Bagaimana desain dapur yang ergonomis untuk orang Indonesia?

Rumah - - Halaman Depan - TEKS TIYA SEPTIAWATI tiyaseptiawati@gmail.com

M ungkin tidak banyak yang tahu, bahwa meja dan lemari di dapur memiliki standar ukuran. Jadi, di mana pun Anda membeli atau membuat dapur, tinggi meja, lebar meja, tinggi lemari atas, pasti sama. Standar ukuran ini digunakan agar dapur menjadi ergonomis, sehingga orang yang menggunakannya merasa nyaman.

Menurut Enira Arvanda, dosen Desain Interior Universitas Indonesia, dalam merancang dapur ergonomis, yang harus dipertimbangkan ialah gerakan tubuh yang lazim saat bekerja di dapur. Gerakan-gerakan tersebut akan menentukan layout, ukuran meja kerja

(working surface), serta detail lainnya. Enira menambahkan bahwa prinsip dapur ergonomis ialah yang memungkinkan tubuh bergerak dengan efisien dan nyaman, proses kerja dapat berlangsung dengan baik, peralatan kerja dapat mendukung proses kerja, serta memperhatikan faktor keamanan. Yang menjadi masalah adalah standar yang digunakan selama ini, yaitu yang dikenal dengan standar Neufert, dibuat berdasarkan bentuk dan ukuran tubuh orang Barat, yang berbeda dengan orang Indonesia.

sEsuaIKaN TINGGI baDaN

Ukuran yang tidak pas dapat membuat kerja di dapur jadi tidak nyaman. Untuk kondisi yang lebih nyaman, ukuran lemari, working table, dan kitchen set harus disesuaikan dengan ukuran tinggi badan, bahkan ukuran siku, dari orang yang sering beraktivitas di dapur tersebut.

Ketinggian meja racik harus sama dengan tinggi pinggul, agar lengan tetap santai ketika sedang bekerja. Namun untuk pekerjaan yang lebih berat, misalnya mengulek, sebaiknya menggunakan meja yang sedikit lebih rendah. Jangan lupa untuk memperhitungkan tinggi kompor, terutama bila kompor yang digunakan bukan kompor tanam. Kurangi tinggi meja bila menggunakan kompor bukan tanam. Misalnya, kompor dua tungku yang diletakkan di atas meja menyebabkan tinggi penggorengan bertambah 20cm. Jika tinggi meja tidak dikurangi, akan menyebabkan proses menggoreng tidak terjadi dalam postur tubuh ideal.

PErHITuNGKaN sIrKuLasI

Jarak sirkulasi koridor antara area kerja satu dan yang lain, juga perlu diperhatikan. Bila terlalu kecil akan membuat dapur terasa sempit dan tidak nyaman.

area kerja, yaitu adanya ruang bebas antara meja dapur yang letaknya berhadapan, setidaknya harus berjarak 90cm.

Jarak ini berguna untuk memberi keleluasaan orang berdiri dan bekerja di dapur, juga saat membungkuk dan berjongkok ketika mengambil barang dari kabinet bawah.

Jika merangkap jalur sirkulasi kegiatan di dapur, jarak tersebut minimum 150cm.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.