MENAKSIR HARGA RUMAH DI KAWASAN BANJIR

Harga rumah di kawasan yang kerap dilanda banjir memang tak bisa diprediksi. Di beberapa kawasan, harga rumah cenderung stagnan bahkan terperosok. Tapi, di beberapa area lainnya justru semakin melambung.

Rumah - - Halaman Depan - TEKS SELVIA MARTIANI selvi@tabloidrumah.com FOTO ARIF BUDIMAN

“Setiap awal tahun kami pasti sudah siap siaga. Banjir pasti datang lagi, semua barang sudah kami pindahkan ke lantai 2,” ucap Ludo, karyawan yang tinggal di kawasan Ciledug, Tangerang. Kalimat tersebut terucap dari mulut pria ini saat ditanya mengenai persiapannya menghadapi banjir tahun ini. Lalu mengapa tidak pindah saja? Beginilah jawaban pria berusia 25 tahun ini.

“Sudah kerasan tinggal di sini. Lagian mau dijual berapa rumahnya, ada yang mau beli rumah di daerah langganan banjir gini? Yang ada, justru kita yang enggak dapat rumah pengganti,” ucapnya diselingi canda.

Ya, Ludo mungkin satu dari segelintir orang yang tinggal di kawasan langganan banjir tapi enggan untuk pindah karena khawatir harga jualnya akan terjun bebas.

Pemikiran tersebut sayangnya berlawanan dengan fakta yang terjadi di lapangan. Fakta menunjukkan harga rumah setiap tahunnya tidak pernah mengalami penurunan.

Harga Belum TenTu Turun

Eddy Ganefo, pakar properti sekaligus Ketua Umum APERSI (Asosiasi Permukinan dan Perumahan Seluruh Indonesia) mengatakan harga tanah di suatu kawasan tidak akan mengalami penurunan. Hal tersebut sudah terbukti dari tahun ke tahun. Hanya saja, kasusnya akan berbeda dengan hunian yang berada di kawasan langganan banjir. Harganya tetap naik, tetapi cenderung lebih rendah atau justru mandek dari kawasan di sekitarnya yang tidak terkena banjir. Perkara harga, ia tak bisa menaksir berapa penurunan harga tepatnya.

“Pasti akan lebih rendah dari kawasan sekitarnya. Harganya tidak bisa diprediksi karena harus melihat harga rumah di sekitar kawasan tersebut,” ucap Eddy.

Hal serupa diungkapkan Eko Waluyo, Division Head Corporate Secretary Division Bank BTN. Ia mengatakan bahwa harga hunian di kawasan banjir memang cenderung stagnan, tetapi tak mungkin turun. Untuk rumahrumah berskala besar mungkin akan ada promo menarik yang biasanya diberikan oleh pemilik rumah atau agen yang ditunjuk. Namun, untuk rumah kecil, sebut saja rumah subsidi, harganya cenderung jalan di tempat. “Harga rumahnya sudah murah, jadi tidak mungkin diberi diskon atau semacamnya, hanya mungkin jalan di tempat,” ujarnya.

Biar Banjir TeTap Bersinar

Kawasan Kelapa Gading, Pulomas, dan Sunter, Jakarta Utara, menjadi bukti bahwa semakin tinggi air menggenang, semakin tinggi pula harga tanahnya. Dilansir dari Kompas. com, David Tjandra, Principal Ray White Kelapa Gading mengungkapkan alasan Kelapa Gading dan sekitarnya tetap bersinar meski kerap dirundung banjir adalah karena kawasan ini merupakan kota dalam kota. Berbagai fasilitas penunjang penghuni kawasannya sudah lengkap tersedia, mulai dari fasilitas pendidikan, olahraga, sosial, hiburan, hobi, bisnis, hingga fasilitas lainnya.

Selain itu, kawasan tersebut pun terbilang strategis dengan aksesbilitas memadai, dapat diakses melalui tol dalam kota. Ricky (35), salah seorang karyawan swasta yang berhuni di kawasan Kelapa Gading, pun membenarkan hal tersebut. Menurutnya, di kawasan Kelapa Gading, semua kebutuhan keluarganya sudah terpenuhi mulai dari pendidikan hingga hiburan. Tidak heran, kawasan ini tetap dicari meski banjir tak pernah absen bertandang.

Bila Anda tinggal di kawasan langganan banjir, tetapi memiliki fasilitas memadai dan lokasi yang strategis, jangan ragu untuk mematok harga hunian sesuai dengan harga pasaran saat itu. Namun, sebelum Anda menjualnya, pastikan hunian Anda layak huni dan memiliki kesan visual yang menarik. Yang tidak kalah penting, jika Anda ingin pindah dari daerah banjir, Anda harus mencermati daerah tujuan. Jangan sampai, dari lokasi banjir pindah ke lokasi banjir lagi. Dan, musim hujan ini adalah saat yang tepat bagi Anda mendeteksi apakah wilayah yang Anda incar termasuk kawasan banjir atau tidak.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.