ATASI MASALAH HINGGA KE AKARNYA

Musim hujan telah tiba! Saatnya memeriksa dinding hunian Anda, bila terdapat kejanggalan, segera lakukan perbaikan.

Rumah - - Laporan Utama - TEKS SELVIA MARTIANI selvi@tabloidrumah.com

Dinding merupakan salah satu elemen konstruksi yang wajib diperhatikan saat musim hujan tiba. Pasalnya, dinding merupakan elemen visual yang secara langsung tertangkap oleh pandangan mata. Sehingga, sekecil apa pun masalah dinding, sudah pasti akan terlihat dan mengganggu estetika ruang. Bahkan, tidak hanya merusak keindahan ruang, masalah pada dinding pun dapat mengancam kekokohan hunian Anda.

Beberapa tanda dinding hunian dirundung masalah adalah muncul bercak cokelat, terdapat noda seperti “ompol” (basah), dinding bergelembung, retak rambut, dan timbulnya jamur pada permukaan dinding. Timbulnya masalahmasalah tersebut juga dibarengi oleh adanya bau tidak sedap dan ruangan terasa lembap saat dihuni. Bila Anda sudah melacak adanya tanda-tanda tersebut, segera lakukan perbaikan. Namun, sebelum mengatasinya, Anda harus mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu.

TELUSURI PENYEBABNYA

Asep Suherland, Energy Saving Consultant Reflecto—distributor produk cat anti-panas dan antibocor— mengungkapkan penyebab masalah pada area dinding ditandai dengan adanya retakan pada dinding, baik itu retak konstruksi maupun retak rambut. Retak konstruksi pada dinding bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti force majeure (gempa bumi, pergerakan tanah di bawah akibat intensitas air hujan yang terusmenerus terjadi/banjir).

“Masalah retak konstruksi ini juga dapat disebabkan rumah dibangun di atas tanah yang kurang padat, penggunaan bahan material yang tidak berkualitas, atau tukang yang digunakan tidak memenuhi standar,” ucap Asep Suherland.

Asep menambahkan, thermal shock— kejutan suhu secara mendadak yang menimpa dinding—juga dapat menjadi pemicu terjadinya retak rambut dan konstruksi (pada dinding luar). Kasus thermal shock ini biasa terjadi saat kondisi cuaca panas lalu tiba-tiba dingin karena hujan deras. Suhu panas pada dinding akan membuat besi beton mengalami pemuaian lalu mendorong plasteran dinding sehingga menyebabkan retak.

Retak rambut ini akan membuat air dapat dengan mudah menyusup ke dalam dinding dan menimbulkan bercak ompol. Bila dinding sudah disusupi air, maka jamur akan mudah menyerang dan menyebabkan bau tidak sedap. Hari Setiawan, arsitek dari biro Cubicon Indonesia, mengungkapkan rembesan pada dinding disebabkan karena naiknya air tanah ke dinding atau air hujan yang terserap ke dalam dinding.

GUNAKAN WATERPROOFING

Untuk mencegah retak rambut, Asep menyarankan untuk menggunakan material yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan melapisi dinding dengan waterproofing. Waterproofing berguna untuk membuang panas dengan cepat, sehingga dapat mengurangi efek thermal shock. Untuk proses pengaplikasian, Agus Hari Setiawan, arsitek sekaligus kontraktor dari biro konstruksi Cubicon Indonesia, biasa mencampur semen dengan bahan aditif yang sudah mengandung waterproofing.

Saat ini sudah terdapat produk cat waterproofing yang dapat melindungi hunian Anda, baik di musim hujan maupun panas. Salah satunya cat keluaran Reflecto. Bahan pelapis ini tidak hanya berfungsi sebagai lapisan waterproofing (antijamur) tetapi juga dapat menolak panas matahari dengan cepat, memproteksi rumah Anda 365 hari/tahun, menolak sinar UV dan infrared hingga 99,9%, membuat ruang terasa lebih sejuk, serta mengurangi pemakaian AC hingga 50%.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.