RANCANG DENGAN TEPAT

Kunci sukses atap beton antibocor adalah dengan memperhitungkan desain dan material yang digunakan.

Rumah - - Laporan Utama - TEKS SELVIA MARTIANI selvi@tabloidrumah.com FOTO ARIF BUDIMAN

Atap dak beton dalam dunia arsitektur pada awalnya diterapkan pada gedunggedung perkantoran. Seiring perkembangannya, bentuk atap ini mulai diaplikasikan pada bangunan perumahan. Banyak yang berasumsi bahwa penerapan atap dak beton di kawasan tropis seperti Indonesia tidaklah dianjurkan. Namun, anggapan tersebut dapat ditepis bila penerapan atap dak beton dalam bangunan rumah dirancang dengan tepat dan menggunakan material yang mumpuni.

Masalah yang kerap terjadi di atap dak beton ini adalah risiko suhu panas pada ruangan yang berada di area bawah atap. Namun, hal tersebut dapat dicegah dengan memberi sedikit ruang sebagai sirkulasi udara. Caranya, dengan memberi jarak setidaknya 30—50cm dari atap beton ke plafon. Masalah lain yang juga kerap muncul adalah bocor. Ya, potensi kebocoran pada atap dak beton sangat tinggi, terlebih di negara beriklim tropis seperti Indonesia.

JANGAN BIARKAN AIR MENGGENANG

Menurut Asep Suherland, Energy Saving Consultant, distributor tunggal produk Reflecto, desain atap beton harus memperhatikan faktor kemiringan. Pasalnya, kemiringan dak beton akan sangat memengaruhi risiko terjadinya kebocoran. Kemiringan dak beton yang disarankan adalah 2°. Kemiringan yang tepat akan membuat air hujan bisa langsung dialirkan ke lubang pembuangan.

“Pada atap beton, tak boleh ada genangan air, karena akan menimbulkan risiko bocor pada area yang berada di bawahnya,” ujar Asep.

Selain itu, laiknya dinding, atap beton pun berisiko terjadi retak konstruksi dan retak rambut yang terjadi karena force majeure (gempa bumi, pergerakan tanah di bawah akibar intensitas air hujan yang terus-menerus terjadi/banjir) dan thermal shock (perubahan suhu secara mendadak, dari panas ke dingin). Celah yang ditimbulkan retakan pada atap beton ini membawa air masuk ke dalam hunian yang akan menimbulkan bocor, jamur, dan bercak hitam pada area plafon.

Agus Hari Setiawan, arsitek sekaligus kontraktor dari biro Cubicon Indonesia, mengungkapkan selain force

majeure, keretakan juga disebabkan oleh campuran adonan yang buruk atau ketebalan dak yang terlalu tipis. Ketebalan dak beton yang tidak memenuhi standar akan mengancam kekokohan hunian Anda. Bahkan, dalam kondisi ekstrem kondisi ini akan membuat atap roboh. Ketebalan dak beton yang disarankan adalah ±12cm. Dengan ketebalan ini, Anda bisa menggunakan tulangan besi ulir berdiameter 10mm dengan jarak 20cm. Atau, bisa pula menggunakan welded wiremesh berdiameter 8mm dengan jarak 15cm.

arsitek endy eRSal dan tim Lokasi Kediaman dR. Sony SwaSonopRijo - dRg.SpoRt dan iR. yunila latif, fatmawati, jaKaRta Selatan

www.authenticroofing.co.za

Membran waterproofing yang dapat menajdi solusi cegah bocor di area atap beton.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.