“BeBas Banjir” MalaH Banjir

Merasa tertipu oleh pengembang karena diimingimingi hunian bebas banjir? Coba periksa perjanjian jual-beli Anda, apakah Anda mendapat hak ganti rugi bila pengembang ingkar janji?

Rumah - - Properti - TEKS SELVIA MARTIANI selvi@tabloidrumah.com ILUSTRASI ANTON NUGROHO

“Kawasan Bebas Banjir”. Itulah kalimat menggoda yang kerap dilontarkan pengembang dalam menjual produk hunian mereka. Tahukah Anda, para pengembang tersebut harus berusaha keras untuk mendapatkan status tersebut? Mereka harus meminta izin kepada dinas terkait, salah satunya adalah Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, guna mendapatkan pernyataan bahwa kawasan tersebut bebas banjir. Surat ini kemudian menjadi salah satu syarat yang harus pengembang penuhi agar bank dapat mengeluarkan dana pinjaman pembangunan.

Eko Waluyo, Division Head Corporate Secretary Division Bank BTN, mengungkapkan sebelum dilakukan pembangunan, pengembang diminta memberikan siteplan atau rencana tata letak perumahan. Di dalam siteplan tersebut harus terdapat rencana pembangunan peil banjir (tata aliran pencegah banjir beserta menuju ke mana sistem pengalirannya) dan RTH (ruang terbuka hijau) untuk mempercepat resapan air.

Bila pengembang hanya menyertakan omong kosong belaka, tanpa disertai bukti, maka pihak bank tidak akan mencairkan pinjaman dana konstruksi yang diajukan pengembang. Berbeda kasus, misalnya bila kawasan hunian tersebut sudah memasuki usia 2 tahun dan baru dilanda banjir, bisa jadi penyebabnya adalah adanya pembangunan baru di kawasan perumahan sekitarnya yang menutup area resapan air.

“Bila dalam tahun-tahun belakangan ternyata daerahnya banjir, bisa jadi karena kawasan yang awalnya digunakan sebagai area resapan dikonversikan menjadi sebuah bangunan komersil atau pabrik. Imbasnya kawasan sekitarnya jadi terkena banjir,” ujar Eko.

Periksa Perjanjian JuAL-BELI

Namun, apa pun alasannya, banjir tetap saja merugikan penghuni kawasan tersebut. Eddy Ganefo, pakar properti sekaligus Ketua Umum APERSI (Asosiasi Perumahan dan Permukian Seluruh Indonesia), mengungkapkan bila pemilik rumah merasa dirugikan akan bencana banjir tersebut mereka dapat melakukan gugatan kepada pihak pengembang. Asal, aturan mengenai ganti rugi tercantum dalam perjanjuan jual-beli kedua belah pihak.

“Bisa menggugat asal di dalam surat perjanjian jual-beli tercantum pasal di mana pembeli dapat menggugat pengembang,” ujar Eddy menjelaskan.

Hal serupa diungkapkan Yulius Setiarto, konsultan hukum sekaligus pengacara dari biro Setiarto & Partners Law Firm. Yulius mengatakan pembeli atau pemilik rumah dapat mengajukan tuntutan ganti rugi maupun gugatan, bila hal tersebut tercantum dalam dokumen jual-beli antara pembeli dan pengembang. Misalnya, brosur/ iklan, Surat Pemesanan, Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), dan dokumen-dokumen lainnya.

ADA uNDANG-uNDANGNyA

Ganti rugi maupun gugatan ini ada di dalam undang-undang. “Jika pengembang pernah berjanji, yang dinyatakan dalam iklan atau promosi penjualan dengan menyatakan bahwa perumahan tersebut bebas banjir, tetapi tidak sesuai dengan kenyataannya, maka secara hukum, pengembang tersebut telah melanggar UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen,” Yulius menegaskan.

Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa bila pelaku usaha (dalam hal ini pengembang) melanggar peraturan, maka ia dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp2 milyar. Pemilik rumah dalam hal ini dapat mengajukan tuntutan ganti rugi atau menuntut pengembang melalui badan peradilan yang berwenang.

Namun, Yulius menyarankan sebelum mengajukan gugatan sebaiknya pemilik rumah di kawasan banjir tersebut terlebih dahulu mempelajari dan mengkaji dokumen maupun fakta yang ada di lapangan untuk mendapatkan fakta hukum; apakah banjir di perumahan murni karena peristiwa alam atau terdapat kesalahan yang dilakukan pengembang dalam proses pembangunan perumahan. Alih-alih Anda yang menggugat, justru Anda yang digugat oleh si pengembang. Jadi, pengecekan lengkap sebelum beraksi itu penting.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.