Harganya Terus meroket

Semakin jarangnya penjual bambu dan stok bambu berkualitas membuat harga material ini terus meroket.

Rumah - - Material - TEKS IRFAN HIDAYAT irfan@tabloidrumah.com

Bambu sebagai material untuk mempercantik tampilan rumah atau furnitur, bagi sebagian kalangan tetap menjadi primadona. Hanya, keberadaannya bambu yang semakin sulit dicari dan stok bambu berkualitas yang semakin menipis membuat harganya kian melonjak drastis. Apalagi, di wilayah Jakarta. Bambu menjadi material langka.

Saat RUMAH bertanya di penjual bambu sekitar Meruya, Jakarta Barat, harga bambu apus dengan diameter 6—10cm dan panjang sekitar 8m harganya sudah mencapai angka Rp20.000, bahkan ada yang menjual Rp25.000. per batang. Padahal, harga bambu di pasaran biasa hanya menyentuh angka Rp10.000—Rp12.000 saja.

“Memang sudah mahal dari sananya. Belum bayar buat tukang menebangnya, belum ongkos kirimnya. Semua perlu bensin dan tol,” ucap Dayat, pedagang bambu di sekitar Meruya. “Selain itu, mencari bambu sekarang susah. Jumlahnya enggak sebanyak dulu. Makanya, kalau mau harga segitu ya silahkan. Kalau enggak, ya sudah,” tambahnya. Beberapa faktor inilah yang membuat harga bambu di pasaran kian melejit.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.