BERKEBUN SAYUR DI ATAP RUMAH

Tak sekadar dijadikan etalase untuk memajang tanaman hias, area atap dapat difungsikan untuk bercocok tanam guna memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Rumah - - Halaman Depan - TEKS SELVIA MARTIANI selvi@tabloidrumah.com FOTO YANNIS RUDOLF PRATASIK

Taman atap atau populer dikenal dengan sebutan roof garden menjadi salah satu cara efektif untuk menciptakan area terbuka hijau di lahan terbatas. Tren taman atap ini sudah diperkenalkan sejak tahun 80-an. Kala itu, taman atap banyak diaplikasikan pada gedunggedung tinggi guna mengurangi krisis ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan.

Tren taman atap pun mulai merambah ke proyek rumah tinggal. Kaum profesional biasanya menyematkan ruang terbuka di area atap bila luas lahan sudah tidak mencukupi lagi. Anggia Murni, arsitek lansekap dari Tropica Greeneries, mengungkapkan sedikit apa pun area taman atap yang dibangun akan tetap memberi manfaat positif pada hunian. Beberapa manfaat taman yang dibeberkan Anggia antara lain mengurangi efek radiasi panas dari matahari, menurunkan suhu, mengurangi tingkat polusi udara, mengurangi kebisingan, dan menampung air hujan.

AJANG KUMPUL SERU

Salah satu hunian di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, ini misalnya. Mereka menyulap bagian atap rumahnya menjadi taman sekaligus area berkumpul seru. Sang empunya rumah, Fedie Mulia dan Ria Sarwono, memang sudah merencanakan kehadiran area ini sejak awal merancang hunian. Alih-alih menggunakan struktur media tanam, pasangan ini lebih memilih menggunakan material kayu sebagai alas untuk berpijak, dengan rangka besi sebagai pelindung atapnya.

Beberapa tanaman hias dihadirkan untuk memberikan kesan hijau dan asri. Tak lupa kursi dan meja yang juga dibalut dalam sentuhan alami si kayu. Taman atap ini pun tak sekadar area taman untuk berkumpul, tetapi juga menjadi ruang keluarga yang nyaman dengan langit sebagai atapnya.

BERCOCOK TANAM JUGA BISA

Kehadiran taman atap ternyata tak hanya memberi nilai estetika pada hunian. Ia juga memiliki fungsi yang tak kalah penting. Bila dulu taman atap hadir dalam balutan rumput hijau dengan tanaman-tanaman hias, taman atap saat ini lebih difungsikan sebagai area bercocok taman guna

memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Taman atap tidak hanya sebagai estetika saja, tetapi juga sebagai ruang untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, misalnya bercocok tanam bumbu dapur, sayuran, dan buah-buahan. Bahkan di Singapura, taman atap ada yang dijadikan media tanam padi, lho!” ujar Anggia.

Untuk membuat taman atap di rumah, tidak perlu dengan struktur rumit yang membebani atap. Anda bisa membuat dengan batu apung yang beratnya ringan atau menggunakan media tanam seperti pot atau sistem hidroponik. Anggia menyarankan untuk memilih tanaman-tanaman yang memiliki batang yang kokoh dan tidak mudah patah, serta tanaman yang mampu tahan terhadap terpaan sinar matahari. Jenis sayur-sayuran cocok menjadi salah satu tanaman pengisi area taman atap Anda.

Sebagai pengganti struktur rumput, Anggia menyarankan untuk menggunakan lantai dari kayu yang kuat, seperti kayu bangkirai. Atau, bisa menggunakan jenis kayu olahan seperti kayu komposit dengan merek Conwood, Woodplank Elephant, dan sebagainya. Untuk kayu solid Anda harus melapisi permukaan kayu dengan cairan waterproofing dan menyuntikkan cairan anti-rayap untuk membuatnya tahan lama.

Waterproofing juga diperlukan untuk melapisi dak atap beton, agar tidak mudah bocor dan rembes.

LOKASI KEDIAMAN FEDIE MULIA-RIA SARWONO, JAGAKARSA, JAKARTA SELATAN

Tak melulu dengan rumput hijau, Anda bisa menggunakan kayu solid atau kayu olahan sebagai pijakan di area taman atap Anda.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.