TREN MATERIAL 2016

CAT TEKSTUR WALLCOVER 3D BATA DEKORATIF GENTING DATAR UBIN UKURAN JUMBO

Rumah - - Halaman Depan - TEKS RAHMA YULIANTI rahma@tabloidrumah.com FOTO JOU ENDHY PESUARISSA

J ika melihat kediaman, kafe, hotel, restoran ataupun bangunan lain yang RUMAH ulas selama setahun kemarin, terlihat jelas bahwa material yang berbau rastik dan alamilah yang mendominasi tahun 2015.

Ini tampak pada berbagai aspek bangunan, terutama dinding dan lantai. Di tahun lalu, Anda dengan mudah menemukan dinding bata yang dibiarkan telanjang ataupun dicat warna putih. Ada pula penggunaan material yang mirip dengan kayu dan batu alam.

Di tahun 2016 ini, segala sesuatu yang berbau alami masih mendominasi. Menurut Novriansyah Riri Yakub, arsitek dari biro Atelier Riri, tahun 2016 ini bahan alami tetap berjaya, namun akan dikombinasikan dengan material lain seperti material fabrikasi (misalnya beton). Namun, kealamian ini tak lagi murni dari alam, melainkan dari bahan buatan seperti keramik atau bata dekoratif.

Lalu, apa bedanya dengan material motif alami di tahun lalu? Sekarang ini, material-material tersebut dibuat makin mendekati aslinya. Di tahun 2014, Anda bisa menemukan banyak keramik bermotif kayu, namun masih terlihat tiruan. Di tahun 2015, keramik motif kayu makin disempurnakan sehingga tampak makin mendekati aslinya. Nah, di tahun 2016 ini, keramik motif kayu itu diberi tekstur sehingga nyaris tak ada bedanya dengan yang asli.

LANTAI DAN ATAP, TAK TERLALU BERUBAH

Lain halnya dengan lantai. Motif agaknya tak terlalu bergeser dari tahun sebelumnya. Ukuranlah yang mengalami perubahan. Makin ke sini, ukuran makin beragam. Di tahun 2016 ini, konsumen akan makin memilih lantai berukuran besar, seperti lantai keramik yang berukuran 60cm x 60cm.

Bagaimana dengan atap? Perkembangan material atap memang tak secepat material dinding dan lantai. Namun menurut pengamatan RUMAH, material atap yang akan berjaya di 2016 adalah genting yang serba datar ( flat). Kalau di tahun lalu bermunculan atap lembaran datar seperti atap bitumen dan sebagainya, di tahun ini yang akan bersinar adalah genting keramik datar.

INGIN SERBA PRAKTIS

Semua perkembangan material ini didasarkan pada kebutuhan konsumen era kini yang makin ingin hal yang praktis, instan, namun tetap ingin tampil alami.

Penggunaan keramik motif alami sebagai bahan dinding dan lantai adalah buktinya. Pemasangan dan perawatan keramik motif batu alam misalnya, memang lebih mudah ketimbang pemasangan batu alam asli yang relatif sulit dan butuh waktu lama. Pun dengan bata dekoratif. Ke-instan-an juga terlihat dari penggunaan lantai berukuran besar. Dengan lantai yang besar, pemasangan akan lebih mudah, yang ujung-ujungnya akan mempercepat proses pembangunan rumah.

Nah, di halaman selanjutnya, Anda akan menemukan 6 material pelapis atap, dinding, dan lantai yang akan diperkirakan akan berjaya tahun ini. Selamat berburu material!

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.