ATAP RINGAN BERBAHAN SERAT ORGANIK

Tak seperti atap bitumen lainnya, atap bitumen yang satu ini memiliki kandungan serat organik yang tahan terhadap permainan iklim.

Rumah - - Halaman Depan - TEKS SELVIA MARTIANI selvi@tabloidrumah.com FOTO DOK. ONDULINE INDONESIA

Seperti payung yang melindungi pemiliknya dari derasnya hujan dan teriknya matahari, atap pun memiliki fungsi yang sama. Dalam dunia bangunan, atap memegang peranan sangat penting. Ia merupakan perisai pertahanan pertama dalam menghalau hujan dan panas. Oleh sebab itu, ia harus dipersenjatai material yang mumpuni sehingga dapat mengahalau masalah bocor dan panas yang kerap menimpa hunian di daerah tropis.

Demi memaksimalkan fungsi atap, beragam inovasi terus dilakukan para produsen atap. Salah satu produsen yang baru mengeluarkan produk inovasi atap adalah PT Onduline Indonesia melalui atap bitumennya, Onduvilla.

MERESPON CUACA

Berbeda dengan produsen atap bitumen lain, Onduline mamasukkan unsur alami ke dalam bahan pembentuknya, yakni serat kayu. Tatok Prijobodo, Country Director PT Onduline Indonesia mengungkapkan atap bitumen ini terbuat dari aspal, 50% serat selulosa, dan resin. Serat selulosa ini diekstrasi dari bahan organik seperti kayu

pulp dan kertas daur ulang. Kandungan aspal dan serat selusosanya membuat atap bitumen keluaran Onduline ini kuat dan tidak mudah pecah. Yang menarik, keberadaan serat kayu mampu meredam suara rintik hujan yang mengenai permukaan atap. Jadi, atap tidak berisik dan tidak mengganggu kenyamanan penghuni rumah. Selain itu, ada pula lapisan resin yang ditujukan untuk mencegah bocor dan rembesan air yang kerap muncul dari badan atap. Jadi, atap ini mampu merespon cuaca di daerah tropis dengan baik.

TAHAN GEMPA

Selain mampu merespon cuaca, material ini tahan gempa bumi. Tatok menekankan, salah satu karakteristik material bangunan yang dapat tahan terhadap gempa adalah berbobot ringan. Inilah mengapa atap bitumen sangat dianjurkan untuk Anda yang tinggal di kawasan rawan gempa. Bobotnya yang ringan dan lentur membuat atap bitumen mampu mengurangi resiko tertimpa beban berat.

“Salah satu syarat bangunan tahan gempa adalah ia harus ditopang oleh material yang berbobot ringan. Genting ringan juga dianggap lebih aman bagi pemilik rumah,” ujar Tatok. Umumnya, atap bitumen memiliki bobot 3,5kg/m2, lebih ringan dari bobot atap beton atau genting yang mencapai 40—45kg/m2.

Namun, satu hal yang perlu diperhatikan. Apa pun materialnya, bila tidak diaplikasikan dengan tepat, tentu akan tetap mengurangi umur bangunan. Pemilihan material yang tepat dan pemasangan yang benar adalah kunci bangunan tahan lama dan panjang umur.

DOK. PT OnDuline inDOnesia

Atap bitumen Onduline yang memiliki koleksi warna bervariasi.

Jenis atap Onduline Onduvilla yang cocok diaplikasikan untuk

hunian modern.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.