BUDIDAYA JAMUR DALAM KOTAK “AJAIB”

Konsepnya seperti memelihara seekor binatang. Memberinya nama kemudian merawatnya. Hanya saja objeknya bukan binatang, melainkan jamur yang bisa dikonsumsi.

Rumah - - Eksterior - TEKS SELVIA MARTIANI selvi@tabloidrumah.com

S esuatu yang unik memang selalu berhasil membuat siapa pun tertarik untuk mencobanya. Apalagi, hal tersebut memiliki unsur keterbaruan, membuahkan suatu hal yang positif, dan hasilnya dapat dikonsumsi. Adalah Growbox yang berhasil memperkenalkan teknik budidaya tanaman yang unik dalam sebuah kotak “ajaib”.

Growbox memilih jamur tiram sebagai objek yang dibudidayakan. Alasannya, karena jamur mudah tumbuh kapan dan di mana saja. Selain itu, jamur tiram masuk ke dalam katagori makanan sehat. Growbox terdiri dari sebuah kotak yang terbuat dari limbah kayu yang telah diisi oleh plastik yang dinamakan baglog atau media tanam jamur. Di dalam baglog ini terdapat dedak dan kapur yang kemudian disterilkan dengan uap air bertekanan tinggi untuk mengurangi dampak kontaminasi pada jamur. Setelah steril, bibit jamur dimasukkan ke dalam baglog kemudian di-inkubasi selama 1 bulan agar dapat dibudidayakan.

Cepat panennya

Budidaya jamur dalam media kotak ini terbilang mudah. Setelah segel dibuka, sayat media tanam dengan benda tajam kemudian semprot dengan air 2-3 kali sehari. Jaga kondisi baglog untuk tetap lembap, tetapi tak perlu memberinya banyak air. Letakkan di tempat yang teduh dengan suhu ideal 240C—320C. Hindari paparan sinar matahari langsung karena akan membuat

baglog menjadi kering.

Growbox dapat tumbuh dengan cepat bila dirawat dengan benar. Jamur dapat tumbuh dalam waktu 2-4 minggu. Namun, bila kondisi kelembapan dan kualitas benihnya kurang baik, maka jamur baru akan tumbuh lebih dari 1 bulan. Pun dengan masa panennya, Growbox dapat dipanen 3-4 kali. Jika sudah dipanen, jangan gunakan gunting. Cabut jamur hingga terlepas seluruhnya dari baglog.

Uniknya, sebelum membudidayakan jamur ini, Anda harus memberinya nama. Pasalnya, jamur dianggap sebagai tanaman yang peka terhadap perasaan pemiliknya. Tidak hanya berkebun, Growbox juga mengajarkan kita untuk menyayangi tanaman dan memperlakukannya sebagai teman. Teknik berkebun ini juga cocok diterapkan untuk memperkenalkan anak pada dunia agrikultur, lho!

FOTO WWW.HELLOGROWBOX.COM

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.