BERVAKANSI MURAL DI JALAN CIKINI

Berwisata wahana-wahana penguji adrenalin mungkin sudah biasa. Ingin beda? Coba dengan yang satu ini. Sepanjang 500m, mural beraneka warna di Jalan Cikini Raya ini siap memanjakan mata Anda.

Rumah - - Serba Serbi - TEKS TIYA SEPTIAWATI tiyaseptiawati@gmail.com FOTO AKHMAD MAULANA DUKUNGAN PEMERINTAH

awasan Jalan Cikini, Jakarta Pusat, tampak berbeda. Salah satu jalan di Jakarta yang dikelilingi oleh deretan kafe, gedunggedung tua, serta tenda kaki lima ini mendadak meriah. Sejak sebulan lalu, tepatnya mulai 14 desember 2015, trotoar sepanjang kafe ini tak lagi berwajah pucat. dalam sekejap, jalan ini seakan menjadi ceria berkat warna-warni mural.

Sekitar belasan mural, mulai dari tema tumbuhan, mainan tradisional, ular tangga, sampai gambar tegel cap Kunci menjadi jalan setapak baru bagi para pedestrian. uniknya lagi, mural yang biasa diaplikasikan pada tembok-tembok di bahu jalan atau bidang vertikal lainnya, kini “membentang” di sepanjang trotoar.

Mural-mural tersebut merupakan karya mahasiswa seni rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) serta beberapa seniman lainnya. Kegiatan mural Cikini 2015 ini diselenggarakan sebagai bentuk kerja sama fakultas Seni Rupa IKJ dengan Asosiasi Masyarakat Korea di Indonesia melalui riset yang dirintis sejak satu tahun lalu. dua dosen IKJ dikirim oleh Pusat Kebudayaan Korea untuk melakukan riset tentang seni rupa ruang publik di Korea.

Riset tersebut kemudian dituangkan ke dalam bagian dari aktivitas fun Act Art Mural 2015 untuk meningkatkan persahabatan Indonesia-Korea Selatan. Proses pembuatan mural ini tidak hanya melibatkan mahasiswa dan dosen IKJ, tetapi juga komunitas seni dan masyarakat setempat yang turut menyumbangkan ide.

Selama enam hari, dari 8 hingga 13 desember, 200 orang dari berbagai kalangan tersebut menggarap karya mural di trotoar depan kafe-kafe Cikini sepanjang 500 meter. Selain melukis mural dengan gambar permainan tradisional, para seniman juga melukis berbagai motif batik, seperti kawung dan megamendung yang dikombinasikan dengan corak lain. Lukisan tentang ikan koi serta ondel-ondel Jakarta juga mewarnai ruang publik ini.

Berbeda dengan kegiatan mural yang selama ini dianggap sebagai seni liar, kegiatan mural oleh anak IKJ ini telah mendapat dukungan dari pemerintah, yaitu walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede. dengan melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, pihak swasta, dan perguruan tinggi, mural dapat dipakai sebagai media untuk membangun kesadaran dalam menjaga lingkungan dan menumbuhkan apresiasi di bidang seni.

dengan mural, diharapkan mahasiswa seni di IKJ serta seniman lainnya dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan ruang publik. Sebelum mural di trotoar ini kotor karena terinjak-injak, datang ke sini, yuk!

mural dengan berbagai desain ini membentang di sepanjang jalan Cikini.

salah satu motif tegel cap Kunci yang menjadi area favorit para pedestrian untuk berfoto.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.