Mengintip Proses Pembuatan Genting

RUMAH mendapat kesempatan untuk melihat proses pembuatan genting keramik dan lantai kayu di pabrik genting Kanmuri. Seru!

Rumah - - Serba Serbi - TEKS FOTO

TIYA SEPTIAWATI tiyaseptiawati@gmail.com

ADELINE KRISANTI elama ini, kita hanya melihat genting di supermarket bangunan dalam keadaan sudah siap pakai tanpa tahu bagaimana proses pembuatannya. Padahal, proses pembuatan satu buah genting itu bisa memakan waktu sampai 36 jam, lho! Nah, tanggal 20 Januari 2016 lalu, RUMAH berkesempatan untuk bertandang ke pabrik genting keramik Kanmuri di Balaraja.

Sesampainya di pabrik, mata pun seakan dimanjakan oleh mesin-mesin berukuran besar yang bekerja selama 24 jam penuh. Suara bising yang dihasilkan oleh mesin tersebut tak jarang memekakkan telinga. Dari mesin-mesin inilah, gentinggenting yang berasal dari tanah liat bertransformasi menjadi penutup atap seutuhnya.

Didampingi oleh Factory Manager Elisa Sinaga, General Manager John. S. L. Chang, dan Marketing Supervisor Yenny Kezia, para wartawan antusias melihat proses pembuatan genting. Sesaat setelah sampai di pabrik, pandangan kami tertuju pada truk pengangkut tanah yang tiba memasuki area pabrik. Tanah liat yang berasal daerah Pandeglang, Banten dan Parung Panjang, Bogor ini nantinya akan diproses menjadi genting.

Tanah liat tersebut kemudian dibersihkan dari material-material pengotor, seperti batu, plastik, dan sampah. Setelah cukup bersih tanah masuk ke dalam mesin extruder untuk dilakukan pemadatan, kemudian di- cutting dan di- press untuk dibentuk. Pengepressan di lakukan 2 kali agar genting menjadi padat.

Setelah genting dilengkungkan, proses selanjutnya ialah pengeringan. Pengeringan genting ini memakan waktu selama 13 jam. Setelah genting kering, genting kemudian dicek, genting yang tidak rata kemudian dibuang untuk didaur ulang kembali. Genting yang lolos kerapian dilakukan tes pemasangan untuk dilihat sejauh mana tingkat kerapian dan dimensi awal genting menentukan kualitas genting.

Setelah itu, genting masuk ke proses pengglasuran. Proses ini dilakukan untuk melapisi genting dan memberi warna genting. Ada dua warna glasur, yaitu warna natural dan transparan. Pada pabrik ini, terdapat 4 mesin glasur.

Proses selanjutnya adalah pembakaran genting yang berlangsung selama 36 jam dengan suhu mencapai 1.100 derajat. Menurut John, suhu ini merupakan suhu ideal untuk membakar genting agar tidak mudah pecah. Selesai dibakar, genting pun masuk ke proses terakhir, yaitu pemilihan dan penyortiran genting yang siap pakai. Pada tahap ini, genting dipisahkan antara KW1, KW2, dan KW3.

Tak hanya sampai di situ, kami pun diajak ke pabrik lantai kayu dari Gracewood. Berbeda dengan pabrik genting yang terdapat banyak mesin-mesin berukuran raksasa, di pabrik lantai kayu ini lebih banyak menggunakan tenaga manusia. Uniknya lagi, pekerja pabrik pun didominasi oleh wanita.

Pada pabrik ini, kami melihat bagaimana kayu yang awalnya berukuran besar diolah hingga menjadi tipis dan dapat dipakai menjadi lantai. Karena terbatasnya waktu dan pabrik lantai kayu yang akan tutup, kunjungan pabrik pun selesai pukul 15.00.

Awak media berfoto bersama dengan pihak Kanmuri.

Genting dilakukan pengepressan 2 kali.

Pabrik lantai kayu didominasi oleh wanita.

Tanah liat berasal dari Pandeglang dan Parung Panjang.

Tanah liat yang telah diolah kemudian dicetak hingga menjadi genting.

Karyawan melakukan pengecekkan untuk melihat kualitas genting.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.