JERUK KIP

Rumah - - Eksterior -

Bagi masyarakat keturunan Tionghoa, buah jeruk memiliki makna tersendiri. Jeruk dalam bahasa Tiongkok disebut chi zhe yang memiliki arti buah pembawa rezeki. Warna buah jeruk yang kuning oranye mirip emas, memiliki makna pembawa kemakmuran dan rezeki. Oleh sebab itu, pohon jeruk kip menjadi salah satu dekorasi wajib saat Imlek dengan harapan membawa keberuntungan di tahun yang baru.

Buahnya yang lebat di setiap pohon dan warnanya yang memikat pasti akan membuat siapa saja gemas dan ingin memetiknya, bahkan memakannya. Namun sayang, buah jeruk kip hanya nikmat dipandang tapi tidak enak dimakan. Sebab, jeruk kip rasanya sangat asam.

Di pasaran, jeruk kip biasanya dijual dalam pot-pot berbagai ukuran mulai dari kecil hingga besar. Pohon jeruk kip diikat menggunakan kawat agar pohon menguncup dan berbentuk memanjang ke atas. Ini dilakukan agar dahan pohon tampak lebih rapi dan indah. Sebab, jeruk kip biasanya diletakkan di dalam ruangan sebagai elemen dekorasi saat Imlek. Meski biasa diletakkan di dalam ruangan, pohon jeruk kip juga cantik bila ditanam di halaman.

Menurut Rohenda, ketika memindahkan pohon jeruk kip yang paling penting adalah kualitas tanah yang akan diletakkan pohon jeruk ini. “Tanah harus sudah dicampur pupuk agar lebih subur. Jangan lupa rajin disiram,” kata Rohenda. Namun, jeruk kip yang sudah dipindah ke tanah, belum tentu akan berbuah selebat ketika baru dibeli. “Kalau berbuah lagi paling hanya beberapa saja, itu juga kalau rajin disiram dan diberi pupuk,” ucap Rohenda.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.