RUMAH BEBAS VIRUS ZIKA

Penyebaran virus ini sangat cepat dan telah menyebar di 30 negara. Bagaimana cara mencegah virus ini merajalela?

Rumah - - Halaman Depan - TEKS TIYA SEPTIAWATI tiyaseptiawati@gmail.com

Beberapa pekan terakhir, dunia seakan dihebohkan oleh sebuah virus mengerikan bernama Zika. Media nasional pun gencar memberitakan virus yang sedang terjadi di Amerika Latin terutama di Brasil dan Kolombia ini. Virus ini berpotensi mematikan bayi dalam kandungan atau menyebabkan bayi terlahir cacat. Kehadiran Zika tentu bak mimpi buruk di siang bolong untuk para orang tua.

Virus Zika ini menjadi perhatian khusus karena dikaitkan dengan meningkatnya kasus mikrosefali pada bayi yang baru lahir. Mikrosefali adalah gangguan perkembangan otak yang menyebabkan ukuran kepala bayi lebih kecil dari ukuran normal.

World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia pun menetapkan wabah virus Zika menjadi status darurat global. Pernyataan tersebut didasari oleh banyaknya negara, terutama di bagian Amerika Selatan, yang terjangkit virus Zika.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam RSIA Selasih Medika, dr. Adeputri Tanesha, Sp.PD virus Zika ditularkan

melalui gigitan nyamuk. Nyamuk yang menjadi penular penyakit Zika sama seperti virus demam berdarah, yaitu oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Virus Zika juga bisa ditularkan oleh ibu hamil kepada janinnya selama masa kehamilan.

Antara ZikA Dan MikrosefAli

Penyebaran Zika di Brasil memang bertepatan dengan peningkatan tajam jumlah bayi yang menderita mikrosefali. Berdasarkan laporan The Wall

Street Journal, antara 2010 dan 2014, terdapat sekitar 156 bayi lahir dengan penyakit mikrosefali di Brasil setiap tahunnya. Namun, pada tahun 2015, lebih dari 3.000 bayi lahir dengan kondisi tersebut. Sejauh ini, sejumlah peneliti masih menyelidiki kondisi bayi tersebut serta kematian yang diduga terkait dengan mikrosefali dan virus Zika.

Dikutip dari laman Kementrian Kesehatan RI, hubungan infeksi virus Zika pada ibu hamil dengan kejadian mikrosefali pada bayi yang dilahirkan belum terbukti secara ilmiah, namun bukti ke arah itu semakin kuat.

Konsekuensi seumur hidup dari penderita mikrosefali dapat mencakup keterbelakangan mental, keterlambatan perkembangan, dan kejang, meskipun beberapa anak dengan kondisi tersebut berkesempatan untuk tumbuh dan memiliki kecerdasan normal.

Sambil menunggu hasil penelitian, masyarakat, khususnya wanita hamil, diminta tetap waspada terhadap segala kemungkinan terjadinya penularan virus. Terlebih lagi, belum ada pengobatan untuk infeksi Zika ataupun vaksin untuk virus ini.

Karena virus Zika dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti yang dapat berkembang biak di rumah, tak ada salahnya bila Anda waspada terhadap tempat-tempat di rumah Anda yang dapat menjadi sarang nyamuk tersebut. Cegahlah sebelum terlambat!

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.