AJUKAN KPR DENGAN BPJS

Dengan hanya bermodalkan kartu BPJS Ketenagakerjaan, Anda sudah bisa mendapatkan bantuan pinjaman KPR dan uang muka.

Rumah - - Halaman Depan - TEKS SELVIA MARTIANI selvi@tabloidrumah.com FOTO JOU ENDHY PESUARISSA

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kini menawarkan kemudahan bagi anggotanya dalam memperoleh hunian. Program bantuan rumah ini sebenarnya sudah digencarkan sejak beberapa tahun belakangan lewat Pinjaman Uang Muka Perumahan Kerja Sama Bank (PUMP-KB).

Program ini merupakan salah satu program dari Dana Peningkatan Kesejahteraan Peserta (DPKP) yang dibuat oleh Jamsostek guna memfasilitasi kebutuhan perumahan melalui fasilitas KPR. Setelah Jamsostek berganti nama menjadi BPJS, PUMPKB resmi digantikan dengan Pinjaman Perumahan Pekerja Kerja Sama Bank (PPKB). Terhitung sejak 30 Juni 2015, sosialisasi PPKB sudah mulai gencar dilakukan.

APA ITU PPKB?

Menurut penjelasan Ari, customer service BPJS Ketenagakerjaan yang bertugas di area Property Expo 2016 lalu, PPKB merupakan program kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Bank Tabungan Negara (BTN) guna membantu peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam mendapatkan hunian. Bantuan dana yang diberikan PPKB antara lain Kredit Konstruksi (KK), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan Pinjaman Uang Muka (PUM).

Ari menjelaskan untuk mendapatkan dana bantuan tersebut ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, misalnya peserta BPJS Ketenagakerjaan harus sudah terdaſtar minimal 1 tahun, rumah yang akan dibeli merupakan rumah pertama, harga maksimal rumah Rp500 juta, dan sebagainya. Pengajuan kredit nantinya dilakukan di kantor cabang BTN terdekat dengan membawa persyaratan administrasi yang dibutuhkan. Syarat administrasi yang diajukan sama halnya seperti mengajukan KPR pada umumnya.

KEUNGGULAN PPKB

PPKB memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan bank penyedia pinjaman KPR. Salah satu keunggulan PPKB terletak pada tingkat suku bunganya. Untuk rumah non-subsidi, suku bunga KPR mengacu pada suku bunga Bank Indonesia (BI) yang kemudian ditambahkan 3%, sedangkan untuk rumah subsidi suku bunga KPR-nya menyesuaikan dengan peraturan pemerintah, yakni 5% selama angsuran berlangsung. Berbeda dengan PUM, program bantuan uang muka ini hanya berlaku untuk rumah subsidi dengan tingkat suku bunga BI + 3%. Untuk rumah non-subsidi, fasilitas PUM tidak berlaku.

Seperti halnya mengajukan KPR ke bank pada umumnya, bila Anda ingin membeli rumah subsidi, maka maksimal pendapatan setiap bulannya adalah Rp4 juta, bila lebih dari nominal itu maka Anda diwajibkan untuk membeli rumah non-subsidi. Program BPJS Ketenagakerjaan ini dilakukan guna membantu pemerintah dalam mencapai target program 1 Juta Rumah.

LoKASi PERUMAHAN DI KAWASAN SAWANGAN, DEPOK, JAWA BARAT ARNIATY

Foto

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.