DAPUR, TEMPAT FAVORIT KELUARGA

doyan masak dan menjamu keluarga menyebabkan sang empunya rumah meminta dapur yang luas dan nyaman.

Rumah - - Rumah Kita - teks rahma yulianti rahma@tabloidrumah.com Foto jou endhy pesuarissa, yanis rudolf pratasik

Setiap orang punya keinginan yang berbeda ketika membangun rumahnya. Ada yang ingin rumahnya punya halaman luas, ada yang ingin rumahnya berwarna, ada juga yang ingin rumahnya punya ruang duduk di mana-mana.

Lain ceritanya dengan pasangan pemilik rumah di bilangan Jelambar ini. Saat merenovasi lalu mengisi interior rumahnya ini, mereka justru meminta agar dapur dan ruang makannya dibuat paling nyaman dan paling luas di antara ruang lainnya. Pasalnya, sang istri punya hobi memasak. Dapur yang nyaman tentu akan menunjang hobinya itu. Selain itu, mereka juga gemar menjamu teman dan kerabat yang bertandang, sehingga mereka butuh tempat yang cukup lega.

Itu sebabnya, walaupun anggota keluarga ini hanya terdiri dari 4 orang—sang pemilik, seorang putri, dan seorang putra—meja makan didesain agar dapat menampung lebih dari 6 orang. Pun dengan dapur yang ada di sebelahnya. Ukuran dapur ini cukup besar dan dipenuhi peralatan masak yang cukup lengkap. “Kalau dapurnya gede, enak aja mondar-mandir pas masak. Enggak penuh ama orang,” tutur sang istri mengenai dapurnya ini.

Dapur Besar

Ardy Prasetya dari biro Prasei Architecture & Interior lah yang dipercaya pemilik rumah untuk mendesain interior rumah mereka. Menurut cerita Ardy, tak banyak permintaan dari pemilik rumah. Selain dapur, mereka hanya menekankan kenyamanan di ruang tidur. Sementara untuk ruang lainnya, mereka menyerahkan desainnya sepenuhnya kepada Ardy.

Sambil berkeliling, Ardy menceritakan jika rumah ini awalnya rumah lama yang direnovasi. Kemudian Ardy mengisi interior ini dengan gaya modern yang fungsional, yang didominasi warna putih dan kayu yang hangat. Desainnya tentu dibuat sesuai dengan kebutuhan sang empunya rumah. Dapur dibuat besar, karena sang pemilik hobi memasak. Ruang tamu dibuat agak lowong, tanpa banyak perabotan karena hal itu yang diinginkan pemilik. Ruang keluarga berada di samping dapur, dan hanya dipisahkan oleh partisi saja.

Ardy bercerita, ia tidak menggunakan pembatas masif pada dapur agar ruangan tersebut tidak terasa terkungkung karena berada di bagian belakang rumah. Dengan partisi yang “transparan” ruang dapur terasa terbuka serta masih terkoneksi dengan ruang keluarga, walaupun secara tampilan, ia sudah terpisah dengan ruang keluarga.

Banyak Lemari rahasia

Yang tak disangka dari rumah ini adalah banyaknya ruang penyimpanan dan ruang rahasia yang tak terduga. Di ruang keluarga misalnya, selain rak pajang, ternyata Ardy juga mendesainkan rak penyimpanan tertutup di credenza bawah TV. Yang mengejutkan adalah adanya tempat penyimpanan di balik bingkai foto.

Di lantai atas, tempat penyimpanan ditemukan hampir di seluruh ruang. Di kamar tidur utama misalnya, headboradnya ternyata bukan sekadar papan penutup belaka, namun di baliknya terdapat rak-rak untuk menyimpan pernak-pernik dan perlengkapan lainnya.

Kejutan lain juga ditemukan pada pintu kamar mandi lantai 2. Jika pintu tertutup rapat, ia hanya tampak seperti dinding biasa, menyaru dengan dinding sebelahnya. Saat didorong, barulah terlihat bahwa di baliknya ada sebuah kamar mandi.

“Ini gayanya modern, jadi kalau berantakan kan jadi enggak modern lagi. Makanya saya buatin banyak tempat penyimpanan,” ucap Ardy, yang dikenal sang pemilik rumah lewat jalur pertemanan ini.

Ardy menambahkan, “Ini sebenernya juga berdasarkan kebutuhan. Setiap orang kan butuh tempat penyimpanan, jadi daripada baru sadarnya belakangan, mending saya buatin duluan di semua tempat.”

Ya, desain yang baik memang harus mengakomodir kebutuhan sang penghuni. Seperti di rumah ini. Dapur kini jadi tempat favorit keluarga, jadi jantungnya rumah ini.

Terdapat pula island yang dimanfaatkan sebagai tempat duduk dan beberapa tempat penyimpanan. material dapur dibuat dari multipleks yang dibalut dengan paduan hpL dan duco.

untuk memisahkan ruang keluarga dengan ruang makan, dibuatlah partisi yang bisa juga difungsikan sebagai rak pajang atau rak menaruh buku.

Ruang keluarga di lantai 2. Berbeda dengan ruang lainnya, sofa di ruang ini dibuat dari bahan fabric sehingga lebih nyaman untuk diduduki. Bagian belakang diberi rak dengan model setipe dengan model partisi di lantai bawah. Rak ini, selain berfungsi sebagai rak buku dan pajang, juga berfungsi sebagai railing untuk meminimalisasi risiko terjatuh ketika ada anak-anak yang berdiri di sofa.

Ruang keluarga. Seperti di ruang-ruang lainnya, warna cokelat kayu yang hangat dipadukan dengan warna putih sehingga tak tampak monoton.

Salah satu lengan sofa diganti dengan rak buku, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai tempat menyimpan buku-buku koleksi pemilik rumah.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.