Menikmati Taman Baru di Bandung, Teras Cikapundung

Setelah dipenuhi oleh sederet taman tematik, seperti taman jomblo, taman lansia, taman Film, taman Fotografi, dan taman Musik, kini bertambah lagi sebuah taman di bandung yang dapat anda jadikan tujuan wisata, yaitu teras Cikapundung (teCi).

Rumah - - Serba Serbi - TEKS tiya septiaWati tiyaseptiawati@gmail.com

Semakin banyak ruang interaksi sosial, semakin tinggi pula aspek kebahagiaan yang dimiliki oleh masyarakat.” Setidaknya, itulah kalimat yang diucapkan oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil pada peresmian Teras Cikapundung, 30 Januari 2016.

Rasanya, tak ada satupun orang yang tidak setuju dengan kalimat tersebut. Di tengah kesibukkan rutinitas yang kian menjerat, ada kalanya kita membutuhkan sebuah tempat untuk duduk sejenak dan menikmati keindahan yang disuguhkan oleh alam.

Emil—sapaan akrab Ridwan Kamil— mungkin memahami benar kebutuhan warga Bandung akan ruang-ruang untuk berinteraksi sosial. Seakan ingin melihat warganya berinteraksi di luar ruang dan menikmati udara segar, serta demi mencoba menaikkan taraf index of happiness warganya, Emil mencoba mewujudkan ide-ide kreatif melalui taman tematik. Salah satu taman yang paling anyar ialah Teras Cikapundung.

Sebelum bertransformasi, teras yang terletak di Sungai Cikapundung, Babakan Siliwangi ini dulunya merupakan deretan rumah kumuh dan bantaran Sungai Cikapundung yang tidak terawat. Namun, ia pun berbenah dan bersolek menjadi taman yang indah dan tertata rapi.

BANYAK FASILITAS DAN GRATIS!

Taman Teras Cikapundung membelah Sungai Cikapundung dan berbatasan dengan area hutan Kota Babakan Siliwangi. Anda bisa menikmati suasana alam dengan sensasi aliran sungai. Terlebih lagi, teras ini semakin indah bila malam tiba sebab di kelilingi oleh gemerlap lampu.

Sejauh mata memandang, Teras Cikapundung memiliki luas area yang cukup besar. Beberapa fasilitas yang disuguhkan membuat pengunjung betah untuk berlamalama. Terdapat spot-spot yang asyik untuk berfoto ria, seperti jembatan merah, gazebo, tempat duduk, monumen, kolam kura-kura, air mancur, juga panggung yang nantinya bakal diisi oleh berbagai pertunjukkan.

Selain itu, teras ini juga menjadi tempat konservasi ikan khas Sungai Cikapundung. Sungainya pun juga bisa dipakai tempat untuk rafting yang dikelola oleh Komunitas Cikapundung. Untuk memasukki area Teras Cikapundung, Anda tidak perlu merogoh kocek untuk bisa menikmati keteduhan di teras ini sebab Pemerintah Kota Bandung tidak menarik biaya masuk.

DIKELOLA 52 KOMUNITAS

Proyek Teras Cikapundung ini merupakan proyek lama yang dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, dimulai pada tahun 2013 dengan target selesai pada akhir tahun 2014, proyek ini mangkrak satu tahun karena beberapa kendala, seperti lamanya negosiasi dengan warga bantaran sungai yang akhirnya mau direlokasi ke rusun di Sadangserang.

Baru pada 31 Desember 2015 dibuka oleh Walikota Bandung dan diresmikan pada 30 Januari 2016 oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mudjiadi didampingi oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil.

Mudjiadi mengungkapkan bahwa teras yang menghabiskan anggaran Rp18 miliar untuk konstruksinya ini merupakan bagian dari Restorasi Sungai Cikapundung, yaitu upaya untuk melakukan penataan di sepanjang Kawasan Sempadan Sungai Cikapundung untuk menampung aktivitas sosial masyarakat serta menggali potensi di sekitarnya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum Ditjen SDA Kementerian PUPR Yudha Mediawan yang turut hadir mengungkapkan bahwa program Restorasi Sungai Cikapundung adalah program yang bertujuan untuk menjaga kualitas air, pengendalian banjir, menata bantaran sungai, dan meningkatkan fungsi bantaran sungai yang memiliki fungsi sosial sebagai sarana untuk masyarakat saling berinteraksi.

Untuk pemeliharaan teras maupun kegiatan Restorasi Sungai Cikapundung akan melibatkan Komunitas Cikapundung yang terdiri dari 52 kelompok kerja (pokja) yang dalam pelaksanaannya didukung oleh BBWS Citarum.

“Untuk menangani sungai perlu keterlibatan multi sektor, harus bersama-sama. Selain itu juga penanganan tidak hanya struktural saja tetapi juga non-struktural, seperti penghijauan, penanganan limbah, penanganan sedimentasi, persampahan juga peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku warga juga perlu bersinergi untuk ciptakan sungai yang bersih dan indah,” tambah Yudha.

Untuk bisa menuju lokasi ini terdapat beberapa jalan yang bisa di akses seperti dari Jalan Djuanda (Dago) atau Jalan Ciumbuleuit. Ayo, ajak keluarga Anda untuk berwisata ke Teras Cikapundung. Jangan lupa jaga kebersihan, ya!

DOK. DireKtOrat JenDeral Sumber Daya air

Jembatan merah ini menjadi spot favorit pengunjung untuk berfoto.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.