MENJUAL TANAH ATAS IJIN SUAMI

Rumah - - Properti -

QPerkenalkan nama saya Sizy, rumah tangga kami akan bercerai dan saat ini sedang dalam proses pengadilan. Saya mempunyai rumah dengan status Hak Milik yang dibeli sebelum perkawinan berlangsung. Saya hendak menjual rumah kepada pihak lain, namun pihak PPAT menolak untuk membuatkan akta dengan alasan harus memerlukan persetujuan atau tanda tangan dari suami saya. Sepengetahuan saya, dikarenakan rumah yang saya beli pada saat sebelum perkawinan, maka tidak memerlukan persetujuan suami saya. Bagaimana menurut pendapat Bapak? Terima kasih. Ibu Sizy, Bogor.

ATerima kasih sebelumnya Ibu Sizy atas pertanyaannya.

Terkait dengan permasalahan Ibu, apabila rumah tersebut dibeli sebelum perkawinan berlangsung, secara hukum harta tersebut merupakan harta bawaan dan bukan harta bersama. Namun, dalam hal perkawinan dilangsungkan sebelum berlakunya Undang-Undang No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yaitu sebelum tanggal 2 Januari 1974, isinya menyatakan bahwa sekalipun harta bawaan, diperlukan persetujuan dari pasangannya, sepanjang hal tersebut tidak terdapat perjanjian perkawinan.

Dalam hal perkawinan dilangsungkan setelah berlakunya Undang-Undang No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, maka terhadap jual-beli harta bawaan cukup yang mempunyai harta tersebut yang menandatangani akta. Terkecuali, terdapat fakta lain. Misalnya saja, penandatanganan akta jual-beli atas tanah tersebut dilakukannya pada saat atau selama perkawinan tersebut masih dilangsungkan. Dalam hal demikian, maka tanah tersebut dapat dikategorikan sebagai harta bersama.

Berdasarkan uraian di atas, Ibu dapat mengambil langkah dengan memberikan bukti-bukti dan penjelasan yang persuasif untuk meyakinkan pejabat yang berwenang (PPAT). Termasuk, memperlihatkan Akta Nikah, Akta Peralihan Hak (akta jual beli) sebelumnya (Peralihan pihak ketiga menjadi Hak Ibu), Sertipikat Hak Milik, dan bukti-bukti pendukung lain.

Demikian saya sampaikan, semoga penjelasan singkat di atas dapat berguna bagi Ibu. Salam, Yulius

Diasuh oleh: Yulius Setiarto, SH Konsultan hukum pada Setiarto & Partners Law Firm

Anda punya masalah dalam hukum jual-beli, pembuatan akta, atau masalah lain seputar hukum properti? Layangkan pertanyaan Anda ke Tabloid RUMAH melalui e-mail ke redaksi@tabloidrumah. com. Cantumkan kata “Konsultasi Properti” pada judul e-mail.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.