PUSATNYA BATA BALI

RUMAH berkesempatan mendatangi salah satu sentra penjualan dan pembuatan bata bali di Desa Tulikup, Gianyar, Bali.

Rumah - - Material - TEKS Rahma Yulianti rahma@tabloidrumah.com FOTO Rahma Yulianti

Jika bertandang ke Bali, Anda akan melihat angkul-angkul (semacam gapura) yang terbuat dari bata berwarna merah oranye. Itulah bata bali, bata yang hanya dibuat dan dijual di Bali. Warnanya yang khas membuatnya sulit ditandingi oleh bata ekspos lain.

Di Jakarta dan sekitarnya, agak sulit menemukan toko yang khusus menjual bata ini. Kebanyakan toko di Jakarta menjual bata ekspos, yang warnanya berbeda dengan warna bata bali. Kalaupun ada, jumlahnya sangat sedikit dan mesti menunggu kiriman dari Bali.

Di Bali sendiri, ada beberapa desa yang menjadi pusat pembuatan dan penjualan bata ini. Salah satunya adalah Desa Tulikup, yang berada di Kabupaten Gianyar, kira-kira 1 jam dari Denpasar. RUMAH mendatangi salah satu toko yang cukup besar yakni UD Manik Emas dan melihat proses pembuatannya.

Dikenal juga Sebagai bata goSok

Di Bali, bata ini dikenal dengan nama bata gosok karena proses pembuatannya yang dihaluskan dan proses pemasangannya yang dibelah menjadi dua. Sebenarnya, bata ini bisa dipasang dengan dua cara, yakni utuh—tanpa dibelah—atau dibelah menjadi dua bagian. Bata dipasang utuh jika dibutuhkan sebagai struktur, misalnya untuk pagar, sementara ia akan dibelah dua jika hanya dibutuhkan untuk melapisi saja.

Jika dipegang, ada bagian yang terasa kasar, ada bagian yang terasa halus. Bagian kasar tersebut yang nantinya diberi semen untuk direkatkan, sementara bagian halus adalah bagian yang diekspos. Setelah di pasang, bata bali ini bisa diberi coating transparan agar lebih tahan lama. Namun jika ingin hasil lebih alami, Anda dapat membiarkannya begitu saja.

biSa beli Satuan

Menurut Nyoman, salah satu pembeli, sebenarnya banyak penjual bata bali di daerah lain. Namun karena ini sentranya, harganya bisa lebih murah.

Kadek Septiadi, pemilik UD Manik Mas, menjelaskan, ia melayani pembelian satuan maupun dalam jumlah banyak. Ia juga melayani pengiriman ke luar Bali, dengan catatan pembelian harus di atas 12.000 buah dan ongkos kirim ditanggung pembeli. Untuk pengiriman ke Jakarta, ia memperkirakan ongkos kirimnya sekitar Rp2 juta-Rp3 juta, tergantung lokasi. Jika lancar, barang akan sampai dalam waktu 3-4 hari.

Menurut Kadek, berbeda dengan bata ekspos kebanyakan, bata bali ini dibuat dari lapisan tanah tanpa pasir sehingga permukaannya halus. Lapisan pasir yang biasanya berada di lapisan tanah paling atas dibuang.

Pembuatannya juga sederhana, tidak menggunakan mesin canggih, hanya menggunakan tenaga manual para pekerjanya. Yuk, intip juga cara pembuatannya!

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.