Sambut mrt & lrt

Cibubur bertransformasi, dari yang dulu dijuluki kota wisata legenda menjadi kota impian para pemburu hunian.

Rumah - - Halaman Depan - TEKS SELVIA MARTIANI selvi@tabloidrumah.com FOTO VICTOR ADIANGGARA

Dulu, Cibubur karib dikenal dengan julukan kota wisata legenda Cibubur, berkat objek wisata Kampung Cina-nya. Kini, ia menjelma menjadi sebuah kawasan yang menawarkan kenyamanan untuk dihuni. Kondisi air yang masih bersih, udara yang masih segar, dan lingkungan yang masih asri, menjadi alasan mengapa kawasan ini kian digemari masyarakat. Alasan itu pula yang dilontarkan Park Keun Woo (21), mahasiswa dari Korea Selatan yang tengah menempuh pendidikan di salah satu universitas bergengsi di Depok, Jawa Barat.

“Cibubur merupakan kawasan yang nyaman untuk dihuni, kawasannya masih asri dan fasilitasnya mumpuni. Resto dan toko swalayan Korea pun sudah tersedia di sini. Jadi, tidak perlu ke mana-mana lagi,” ujar Keun Woo, sapaan karibnya.

Tidak hanya itu, Keun Woo juga memilih kawasan ini karena dekat dengan lokasi kampusnya, Depok. Ya, keunggulan lain yang dimiliki kawasan ini adalah lokasinya yang bersinggungan langsung dengan 3 kota besar penyangga Ibu Kota, yakni Depok, Bogor, dan Bekasi. Lokasinya yang strategis membuat Cibubur jadi kawasan prospektif yang sayang bila diabaikan.

Pembangunan Tol Prediksi urai Kemacetan

Cibubur merupakan sebuah kelurahan di kawasan Jakarta Timur. Bagian selatan Cibubur berbatasan langsung dengan kota Bogor. Di bagian barat ada kota Depok dan di bagian utara ada Bekasi. Tak heran bila Anda berkunjung ke kawasan Cibubur, Anda akan mudah menemukan papan penunjuk jalan yang akan mengarahkan Anda menuju kota Depok, Bogor, atau Bekasi.

Sayangnya, kondisi lalu lintas di kawasan ini tak begitu baik. Kemacetan kerap terjadi di area sekitar Cibubur Junction. Hal tersebut ditengarai oleh membludaknya populasi warga yang tinggal di kawasan ini sehingga serbuan kendaraan yang ingin mengakses jalan tol Jagorawi tak terhindarkan.

“Tujuh tahun yang lalu jam-jam macet bisa terprediksi, misalnya jam berangkat dan pulang kantor. Sekarang, kemacetannya sudah tidak mengenal waktu, kapan saja bisa macet,” ujar Diganty Almira (24), warga Cibubur.

Kemacetan juga kerap terjadi di sepanjang Jalan Alternatif Cibubur, yang menghubungkan Cibubur dengan Cileungsi, Bogor. Beruntung, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembuatan jalan tol ruas Cimanggis—Cibitung sepanjang ±26km yang akan melintasi kota Depok, Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi.

lrT & mrT

Selain pembangunan tol, Cibubur juga akan dilalui Light Rapid Transit (LRT), yakni kereta api ringan yang menghubungkan Jakarta dengan kota penyangga, seperti Bekasi dan Bogor. Cibubur menjadi salah satu kawasan yang dilalui oleh LRT ini.

Untuk kawasan Jabodetabek, transportasi berbasis kereta listrik ini akan melayani 6 rute, yakni Cawang—Cibubur, Cawang— Kuningan—Dukuh Atas, Cawang— Bekasi, Dukuh Atas—Palmerah Selatan, Cibubur—Bogor, dan Palmerah—Grogol. Pembangunan rute Cawang—Cibubur akan dilakukan di pengembangan tahap 1, sedangkan rute Cibubur—Bogor akan dilakukan di pengembangan tahun 2. LRT ini diprediksi rampung sekitar tahun 2018.

Walau tak secara langsung dilalui, Cibubur juga menjadi salah satu kawasan yang berada dekat dengan stasiun MRT koridor Bekasi—Balaraja. Koridor sepanjang 60km ini akan menghubungkan Bekasi dengan Balajara melalui stasiun Blok M dan akan beroperasi di tahun 2027.

dihujani Proyek hunian

Rencana pembangunan fasilitas transportasi ini sontak membuat Cibubur jadi “ladang” investasi yang menggiurkan. Amran Nukman, Ketua DPP Realestat Indoensia (REI) periode 2014—2016, membeberkan pembangunan proyek transportasi massa di area Jabodetabek membuat perkembangan daerah penyangganya melejit. Daerah yang mengalami perkembangan signifikan terlihat di kawasan timur Jakarta, yakni Bekasi menuju Cikarang dan selatan Jakarta, Cibubur.

Terbukti, pengembang sekaliber Ciputra Group telah mengukuhkan investasi mereka di tanah Cibubur dengan proyek hunian CitraGran Cibubur. Tak hanya Ciputra Group yang mengendus peluang investasi ini beberapa pengembang besar seperti Sinarmas Land, Metland, dan Agung Sedayu Group pun turut mendirikan proyek hunian.

Hadirnya pengembang-pengembang raksasa ini tentu saja mengundang para pengembang kelas menengah untuk ikut menanamkan modal. Para pengembang ini mendirikan hunian kelas menengah di sekitar kawasan Sukatani, Cibubur. Akses menuju beberapa perumahan ini terbilang tidak begitu baik, banyak jalan berlubang, dan bila hujan ruas jalan tergenang air.

Meski demikian, data yang diperoleh Cushman & Wakefield Indonesia, ahli riset dan konsultan properti, menyatakan kawasan Cibubur dan Bogor berada di posisi ketiga sebagai kawasan dengan unit penjualan hunian terbanyak di tahun 2015. Sementara itu, unit rumah yang paling diminati di kawasan ini berada di kisaran harga Rp300 juta—Rp1,5 milyar. Saat ini, harga hunian di kawasan Cibubur, Bogor, dan Depok sudah lebih dari Rp4 juta/m2-nya. Harga ini diprediksi akan terus mengalami kenaikan sebesar 10%—15% setiap tahunnya. Sudah bisa bayangkan berapa harga hunian 5 tahun mendatang?

kondisi jalan alternatif cibubur menuju kota Wisata tampak padat oleh kendaraan pribadi dan angkutan umum.

keluar pintu tol jagorawi, udara segar dan cibubur sudah siap menyambut anda.

Transportasi kereta api ringan ini turut memegang andil dalam hal perkembangan kawasan cibubur.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.