Dapur Indah Bukan Mimpi

Rumah - - Serambi - dian@tabloidrumah.com @dekardha

Bila kita membeli rumah kelas menengah dari pengembang, jarang ada yang menyediakan dapur dalam kondisi memuaskan. Biasanya dapur hanya berupa satu meja beton yang diletakkan di salah satu sudut di bagian belakang. Lebih ekstrem, ada juga yang menyediakan meja beton ini di luar bangunan rumah (semacam di teras belakang). Padahal, suka atau tidak suka masak, banyak pemilik rumah yang pengin punya dapur indah. Seindah di film-film Barat.

Namun ternyata membuat dapur tidaklah murah. Beli jadi mahal, bikin di tukang kadang-kadang lebih mahal lagi. Mengapa mahal, bahkan sampai disebut bahwa biaya termahal dari sebuah rumah adalah membuat dapur? Karena membuat dapur berarti kita membuat satu perangkat tempat penyimpanan (piring, alat masak, bumbu), tempat masak (kompor), tempat memotong dan tempat mencuci ( sink) bahan masakan, yang semuanya terintegrasi. Membuat dapur juga melibatkan instalasi pipa air bersih dan pipa air pembuangan.

Tapi apakah ini berarti bila bujet terbatas, kita tidak bisa memiliki dapur yang cantik? Apakah bila bujet berbagi dengan keperluan kelahiran si kecil atau berbagi dengan cicilan mobil, kita tidak bisa mewujudkan keinginan?

Dengan beberapa trik, dapur bisa tidak semahal itu. Untuk mewujudkannya, kita harus rela berkompromi dengan desainnya, dengan material pembentuknya, dan dengan beberapa elemen pelengkapnya.

Satu trik lainnya adalah: bikinlah dapur sedikit demi sedikit, yang sekarang dikenal dengan istilah sistem modular. Intinya, kita tetap bisa, kok, mewujudkan dapur indah dengan biaya terbatas. Bagaimana triknya, Laporan Utama kali ini mengulas lengkap.

Made Mardiani Kardha

Editor in Chief

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.