Cerdas Memastikan Legalitas Hunian

Rumah - - Laporan Utama - TEKS JANGAN SAMPAI TERKENA KASUS

TIYA SEPTIAWATI tiyaseptiawati@gmail.com aat bingung hendak memilih rumah dan apartemen, jangan ragu untuk mempertimbangkan masalah legalitas. Hal terpenting yang harus anda ketahui sebelum membeli rumah maupun apartemen adalah status hukum atas properti tersebut. status hukum ini umumnya dibuktikan melalui sertifikat kepemilikan yang akan menjadi bukti penguasan sah atas lahan yang kita miliki.

yulius setiarto, sH, konsultan hukum properti bernama setiarto & Partners law Firm, mengutarakan bahwa sertifikat kepemilikan lahan yang jelas akan menghindari anda dari masalah sengketa lahan yang sewaktuwaktu dapat terjadi.

“Untuk mendapatkan sertifikasi lahan yang jelas, anda harus mengetahui status kepemilikan lahan atas bangunan yang anda akan beli. karena, bisa saja pihak pengembang memberikan informasi palsu atas status lahan tersebut,” ujar yulius. lantas bagaimana caranya mengecek status kepemilikan lahan atas kedua bangunan tersebut?

dalam peraturan undangundang nomor 5 tahun 1960 tentang Pokok-pokok agraria, terdapat 2 jenis sertifikat, yaitu Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Sertifikat Hak Guna Bangunan (sHGb). bicara tentang kepemilikan, legalitas antara apartemen dengan rumah berbeda. Jika kita membeli sebuah rumah, maka kita akan mendapat sHm (surat Hak milik). sHm adalah surat kepemilikan yang terkuat, tidak ada batas waktu, bisa diwariskan turun temurun.

bagaimana dengan apartemen? beberapa orang masih banyak yang meragukan tinggal di apartemen. salah satu alasannya adalah status kepemilikan yang masih kurang jelas. bentuk kepemilikannya berbeda dengan rumah. kebutuhan perumahan di perkotaan yang memerlukan bangunan perumahan dalam bentuk vertikal melahirkan jenis sertifikat baru, yakni Sertifikat Hak milik atas satuan rumah susun (SHMSRS). Sertifikat inilah yang menjadi bukti kepemilikan yang sah terhadap pemegang hak atas satuan rumah susun (Strata Title).

tak seperti rumah tapak, sHmsrs berisi pengaturan hak perseorangan atas unit rumah susun yang dimilikinya. selain itu, hak satuan rumah susun tersebut juga meliputi hak kepemilikan bersama atas area, tanah, dan benda tertentu. kepemilikan bersama ini meliputi taman, tempat parkir, fasilitas ibadah, dan lainnya.

sHmsrs ini diterbitkan oleh badan Pertahanan nasional (bPn) dan bisa diperoleh dari pengembang jika Perjanjian Pengikatan Jual beli (PPJb) telah ditandatangani antara pembeli dan pengembang ( developer), serta salinan atas buku tanah telah dijilid menjadi dokumen. sementara itu, penandatanganan PPJb bisa dilaksanakan setelah pembayaran dilakukan secara lunas oleh pembeli. yulius membeberkan jangka waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh sHmsrs ini tidak dapat diprediksi karena sangat tergantung pada kecepatan pengembang dalam mengurus sertifikat tersebut.

beberapa penghuni apartemen sering mengadukan kasus kepemilikan ini. belakangan mereka tahu bahwa status lahan bukanlah sHGb murni melainkan sHGb di atas hak penguasaan lahan (HPl) milik pemerintah. sehingga, mereka tidak dapat memperoleh sHmsrs yang seharusnya dapat diperoleh dengan status sHGb murni.

yulius menuturkan memang dalam hak kepemilikan ( strata title) apartemen, terdapat 2 jenis kepemilikan, yakni sHGb murni dan sHGb di atas HPl. sHGm murni merupakan hak milik di atas tanah pengembang dan murni dibebaskan oleh pihak pengembang. sehingga, pemilik unit dapat memiliki sHmsrs. sementara itu, sHGb di atas HPl merupakan hak milik apartemen di atas tanah pemerintah. Pemilik apartemen dengan status ini tidak dapat memperoleh sHmsrs.

oleh sebab itu, yulius menyarankan sebelum membeli, konsumen sebaiknya menelusuri terlebih dahulu status tanah apartemen tersebut. bila anda sekadar menyewa tak masalah bila status tanahnya sHGb di atas HPl, namun bila anda berniat untuk memilikinya maka pilihannya harus jatuh pada sHGb murni.

mau apartemen atau rumah, pilihannya tetap di tangan anda. namun yang pasti, telitilah sebelum membeli agar tidak muncul masalah di kemudian hari.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.