MAKAN DI BAWAH NAUNGAN BAMBU

Rumah - - Jalan Jalan - BENTUK MENAMBAT MATA

ambu sedang jadi material yang ngetren di Bali. Banyak bangunan yang dibuat menggunakan material lokal yang ramah lingkungan ini. Dimulai dari Green School di Ubud—yang ulasannya dapat Anda lihat di RUMAH edisi 339 lalu, Villa Bambu Indah di Ubud, hingga Rumah Bambu di Pengalon. Semua dibangun dari struktur bambu.

Selain bangunan di atas, ada pula bangunan restoran yang juga menggunakan bambu sebagai material utamanya. Bamboe Koening namanya. Restoran ini dirancang oleh Effan Adhiwira, arsitek yang juga pernah terlibat dalam pembuatan Green School dan beberapa bangunan bambu lainnya di Bali.

Restoran ini terletak bukan di tepi jalan sehingga tak langsung terlihat. RUMAH harus melewati bangunan lama terlebih dahulu, baru menemukan bangunan yang dicari. Bentuknya memang berbeda dengan restoran kebanyakan. Ia berbentuk seperti huruf U, didominasi bambu, dengan ujung atap meruncing ke atas.

Di ujung kiri bangunan terdapat bangunan seperti “sangkar burung”, terbuat dari bilah-bilah bambu yang disusun saling menyilang. Di balik “sangkar burung” ini terdapat sebuah ruangan yang diperuntukan sebagai ruang privat bagi pengunjung restoran.

Bagian dalam restoran juga bisa Anda nikmati. Sambil duduk, cobalah menengok ke atas. Anda akan melihat bambubambu berukuran besar yang dilengkungkan untuk menopang atap. Tak ada bantuan struktur kayu atau baja ringan di sana. Semuanya dari bambu.

Effan memang berusaha memanfaatkan bambu yang selama ini “dibuang” begitu saja oleh masyarakat Indonesia. Bambu dianggap tak kuat, padahal nyatanya ia bisa menopang struktur besar, semacam restoran ini. “Asal tahu caranya, bambu bisa dibuat apa saja,” tutur sang arsitek.

bangunan di sisi kanan lebih tinggi sehingga

dapat dibuat mezanin untuk ruang privat.

bagian dalam “sangkar burung”. tempat ini jadi tempat

favorit untuk ber- ria.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.