“RUMAH ADALAH SUMBER KEBAHAGIAAN”

Rumah - - Rumah Kita - TEKS TIYA SEPTIAWATI tiyaseptiawati@gmail.com FOTO HANI

LUAS UNIT: 94M2

S ejauh mana penghuni rumah pergi, ia akan kembali ke rumah dan merasa cepat kembali segar berkat ketenangan dan kenyamanan di rumah. Ungkapan itu rasanya cukup mewakili gambaran Catherine Alexandra tentang arti rumah baginya. “Rasa lelah langsung sirna,” ucapnya dengan wajah bahagia.

Tiga belas tahun menempati apartemennya, Catherine menganggap bahwa huniannya adalah segalanya baginya. Di sinilah ia bisa berkumpul bersama keluarga dan anaknya, Christian Alexander. “Rumah adalah sumber kebahagiaan untukku,” ujarnya.

Pilihannya memilih hunian vertikal sebagai tempat tinggalnya tentu bukan tanpa alasan. Menurutnya, apartemen memiliki banyak kelebihan. Aman, praktis, dan jauh lebih nyaman merupakan alasannya memilih untuk tinggal di apartemen.

Maka jatuhlah pilihannya pada Apartemen Ambassador, di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Catherine mengangap bahwa lokasi ini merupakan lokasi strategis untuknya beraktivitas ke mana-mana.

PERTAMA KALI RENOVASI

Profesinya sebagai pemilik beberapa apartemen yang disewakan ini memang tak menuntutnya untuk mobilitas ke sana dan ke sini. Ia menghabiskan waktunya lebih banyak di apartemen. Oleh karena itu, ia harus menyulap apartemennya senyaman mungkin.

Setelah 13 tahun menempati apartemennya, Catherine baru pertama kali melakukan renovasi. Alasannya, karena bosan dengan

desain yang lama. Kehadiran puteranya pun menjadi alasan lainnya. Ia ingin memberikan kenyamanan pada puteranya tersebut.

Catherine pun menyewa jasa desainer interior untuk renovasi apartemennya tersebut. Setelah mendapat rekomendasi dari temannya, akhirnya ia berkenalan dengan Husni Khotami, desainer interior dari Lya Lya Furniture. Renovasi dilakukan pada bulan Oktober 2015 dan selesai pada Januari 2016.

Hampir semua ruangan di apartemennya dilakukan renovasi. Mulai dari ruang tidur utama, kamar anak, kamar pembantu, kamar mandi utama, kamar mandi anak, ruang keluarga, dan dapur. Namun, renovasinya hanya berupa perubahan furnitur, warna cat dinding, wallpaper, dan penambahan-penambahan dekorasi lainnya. Permintaan khusus Catherine kepada desainer interior ialah penambahan ruang

service area dan penambahan dapur kotor.

PUTIH DAN CERMIN MENDOMINASI

Dari segi warna, nuansa putih seakan mendominasi seantero ruang pada apartemen ini. Diakui Chaterine, ia memang menyukai warna putih sebab terlihat bersih dan memberi kesan luas. Dengan warna putih yang netral, ia pun dapat dengan leluasa mengkombinasikan elemen interior lain, seperti furnitur, dan warna karpet.

Untuk menghilangkan kesan putih monoton, Chaterine memilih warna abu-abu pada sofa di ruang keluarga. Perpaduan putih dan abu-abu ini pun menghasilkan warna yang enak dipandang mata. Lain lagi dengan pemilihan warna sofa pada ruang makan. Cokelat dipilih Catherine agar dapat menghadirkan suasana hangat saat menyantap hidangan di ruang makan.

Untuk interior apartemen ini, Husni memilih bentuk desain furnitur yang simpel dan cocok diterapkan di apartemen. Ia tidak memilih bentuk furnitur yang berukir karena dapat memberi kesan sempit pada ruangan.

Bila diperhatikan, hampir semua ruang di apartemen ini memiliki cermin berukuran besar yang menempel pada sudut dinding. Seperti yang terlihat pada ruang makan. Untuk memanipulasi luas ruang apartemen yang terbatas, Husni sengaja melapisi dinding dengan cermin agar ruang makan terlihat lebih luas.

Hal yang sama juga diterapkan Husni pada kamar tidur anak. Struktur dinding yang melengkung membuat ruang terlihat sempit. Kekurangan tersebut ia tutup dengan cermin yang ukurannya hampir menutupi dinding.

MAINAN ANAK MENUMPUK

Sejauh mata memandang, banyak sekali mainan anak dari Catherine yang menumpuk di mana-mana. Ya, mainan anak tersebut jumlahnya memang sudah terlampau banyak. Saking banyaknya dan tidak terdapat tempat penyimpanan untuk menampungnya, mainan tersebut justru sengaja dijadikan pajangan di ruang keluarga oleh Catherine.

Jadi, saat sewaktu-waktu Christian ingin memainkannya, tak perlu bingung lagi mencarinya. Di ruang keluarga inilah Catherine biasa menghabiskan waktunya bersama Christian. Segala penat pun hilang seketika bila ia sudah berada di apartemen dan bermain bersama anaknya.

Baginya, apartemen bukan hanya bangunan fisik semata, namun juga sumber kebahagiaan yang tidak bisa ia dapatkan di manapun.

Warna biru dipilih sebagai pelapis dinding kamar anak untuk kesan maskulin.

Kebersaman Catherine dan anaknya, Christian Alexander saat berada di apartemen.

Penggunaan warna cokelat muda pada beberapa elemen furnitur berhasil memberi kesan nyaman dan tenang pada ruang tidur utama.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.