Kyle Kusumo & Kane Kusumo MENGANGKAT INTERIOR NUSANTARA DALAM DESAIN KAFENYA

Rumah - - Profil - TEKS FOTO

sia muda ternyata tak menyulutkan seseorang untuk menyalurkan passion bisnisnya. Hal ini terbukti dari dua kakak beradik ini, Kyle Kusumo dan Kane Kusumo. Semangat entrepreneurship- nya tersebut mereka tuangkan ke dalam bisnis kafe.

Tantular Cafe, sebuah tempat nongkrong di bilangan Kedoya, Jakarta Barat, menjadi salah satu wujud nyata dari keduanya untuk menjadi seorang pengusaha muda. Tak sekadar berbisnis, kedua remaja ini pun ternyata memiliki perhatian terhadap desain interior, dengan mengusung misi tertentu. Salah satunya adalah melestarikan budaya Indonesia.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di kafe ini, Anda akan disambut oleh deretan kain batik dan sejumlah kerajinan tangan yang terpampang rapi menghias interior kafe. Memasuki area kafe lebih dalam, mata pun akan dimanjakan dengan beberapa mural yang mewakili lokasi wisata di Indonesia, seperti Raja Ampat, Borobudur, hingga Ulun Danu, sebuah daerah yang sering kita temui dalam uang pecahan Rp50.000. Mural ini adalah ide Kyle, karena ia merasa tempat-tempat tersebut adalah tempat yang memiliki pemandangan alam menarik, sehingga layak “dipindahkan” ke dalam interior kafenya.

Lantas, apa yang membuat keduanya menuangkan konsep Indonesia ke dalam desain interior kafenya?Simak petikan wawancara RUMAH dengan Kyle Kusumo berikut ini.

KALIAN mASIH mUDA. mENGApA mEmILIH BISNIS KAFE?

Dari SMP, saya memang suka bisnis. Saya memiliki passion sebagai pengusaha. Saat saya SMP kelas 9, saya pernah mencoba berjualan kaos bola. Saya suka koleksi kaos bola dan saya mencoba menjualnya ke teman-teman dan ternyata banyak yang minat juga. Tapi karena saat itu

TIYA SEPTIAWATI tiyaseptiawati@gmail.com saya masih sekolah dan harus bagi waktu, jadi mau enggak mau harus berenti dulu.

Pada saat saya kelas 10 SMA, suka sekali nongkrong sama teman-teman untuk nonton bareng pertandingan bola. Setelah dipikirpikir, seru juga punya kafe sendiri untuk bisa dijadikan tempat nonton bareng sekaligus nongkrong. Awalnya bingung cari lokasi kafe yang strategis. Setelah cari-cari, akhirnya, ketemu lokasi di Kedoya yang lokasinya sudah gabung dengan sport club. Jadi, saya hanya melakukan renovasi sedikit.

mENGApA mEmILIH tEmA INDONESIA?

Kalau diperhatikan, sudah banyak kafe di luar sana yang konsepnya luar negeri. Nah, saya mau buka kafe yang bertema Indonesia dengan alasan bahwa sebenarnya kebudayaan Indonesia tuh enggak kalah dengan budaya luar. Saya mau anak muda lebih melihat juga bahwa kita punya budaya yang enggak kalah dengan budaya luar. Dari kecil juga saya memiliki ketertarikan terhadap budaya Indonesia. Saya mau Indonesia lebih didengar lagi sama dunia.

LANtAS, ApA ARtI DARI NAmA tANtULAR CAFE ItU SENDIRI?

Kata Tantular diambil dari nama sastrawan pembuat kitab Sutasoma

YANIS RUDOLF PRATASSIK bernama Empu Tantular. Dalam sastra Jawa itulah istilah “Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa” atau “Berbeda-beda tapi satu tujuan, tidak ada kebenaran yang mendua,” pertama kali ditemukan. Jadi, saya pakai nama itu sekaligus untuk memperkuat kesan Indonesia-nya itu sendiri.

ApAKAH KENDALA YANG DItEmUI SAAt mEmULAI BISNIS KAFE INI DAN BAGAImANA mENGHADApINYA?

Kendala sih pasti ada. Tapi kendala yang paling berarti yaitu saat menentukan menu apa yang akan disajikan di kafe ini. Kami mau menu nusantara tapi yang tidak terlalu biasa. Kalau bubur ayam mungkin sudah biasa untuk sarapan orang Indonesia, makanya saya ubah jadi bubur manado. Selain itu, menentukan harga juga. Kami maunya harganya tidak terlalu mahal. Kami diskusi dulu sama orang tua untuk menentukan itu semua.

KARENA tANtULAR KAFE mILIK BERDUA BERSAmA ADIK, ApAKAH SERING ADA pERBEDAAN pENDApAt?

Enggak juga, sih. Adik saya lebih ke arah resep dan masakannya karena dia hobinya masak. Kalau saya lebih ke arah manajemen dan ruangan. Kalau dari segi

Nama: Kane Kusumo TTL: Jakarta, 15 Mei 2000 Pendidikan: Tunas Muda School desain, adik saya pasrahin ke saya karena dia merasa saya lebih mengerti daripada dia. Tapi, adik saya juga suka kasih masukan mengenai desain atau furnitur yang dipakai di kafe. Kita bareng-bareng pergi hunting furnitur untuk di kafe.

BAGAImANA DENGAN DUKUNGAN ORANG tUA?

Mereka mendukung kami dari belakang. Dana pun masih dari orang tua. Mereka juga memberi saran-saran dan nasihat karena kami berdua juga masih muda yang masih belum punya banyak pengalaman dibanding mereka.

BAGAImANA CARA mEmpERKENALKAN KAFE INI KE mASYARAKAt DAN BAGAImANA RESpONNYA?

Lewat media sosial, seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Awalnya agak sulit untuk menarik orang ke sini pada bulanbulan pertama di Desember. Namun, mulai Januari mulai ramai karena cukup banyak yang lihat media sosial kita. Acara-acara nonton bareng di sini juga terus berjalan jadi lumayan bisa narik orang untuk ke sini. Semakin ke sini responnya semakin meningkat dan kita ada rencana untuk membuka cabang lagi karena melihat responnya yang cukup meningkat. Tapi, masih belum tahu di mana, sampai saat ini masih mencari lokasi yang tepat.

Saat ini, karyawan dari Tantular Cafe berjumlah 13 orang. Karena Kyle dan Kane masih duduk di bangku SMA kelas 10 dan 12, kakak-beradik campuran Solo-Sunda ini menghabiskan waktu di kafe sepulang sekolah. Keduanya sering terlibat langsung dalam proses menyiapkan menu yang dipesan pengunjung. Kafe yang buka mulai jam 7 pagi hingga 10 malam ini menyajikan masakan khas Nusantara. Yuk, cicipi!

tantular Cafe, bisnis karya Kyle Kusomo dan Kane Kusumo.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.