PROTEKSI HUNIAN SEBELUM BENCANA DATANG

Walau tak secara langsung melindungi bangunan, asuransi bisa mengganti biaya perbaikan bangunan di saat genting.

Rumah - - PROPERTI - TEKS SELVIA MARTIANI selvi@tabloidrumah.com INI JAMINANNYA PROSEDUR PENGAJUAN

Musibah kebakaran sewaktu-waktu dapat menimpa hunian Anda, pun dengan bencana alam, gempa bumi, banjir, atau angin topan. Bila musibah-musibah tersebut terjadi dalam skala besar, tak menutup kemungkinan bangunan rumah Anda akan runtuh atau hangus dibuatnya. Bila sudah terjadi hal demikian, ada dua opsi yang harus Anda pilih, pindah rumah atau memperbaiki kerusakan bangunan tersebut. Tentu saja, kedua opsi tersebut menghabiskan dana yang tidak sedikit.

Lain halnya bila Anda sudah melakukan langkah pencegahan sebelumnya. Misalnya, dengan cara memberi jaminan asuransi pada hunian Anda. Jaminan ini akan mengganti setiap kerugian yang diakibatkan oleh musibah maupun bencana yang sewaktuwaktu menimpa bangunan rumah.

Asuransi rumah ibarat sebuah perisai kasat mata yang akan melindungi hunian Anda dari segala macam bencana dan kerusakan. Fungsi asuransi rumah serupa dengan asuransi jiwa. Ia akan mengganti rugi setiap kerusakan yang terjadi dan yang tak terprediksi, seperti kebakaran, bencana alam, huru-hara, dan sebagainya.

Ludy Hadiyanto Head of Property Division PT Asuransi Central Asia (ACA), mengungkapkan asuransi hunian menjamin sebuah bangunan dari berbagai risiko yang terjadi dan bersifat tidak disengaja. Di sektor properti ada beberapa asuransi yang ditawarkan, seperti Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI), Polis Properti All Risks (menjamin semua musibah yang terjadi secara tibatiba dan tidak terduga, termasuk juga perampokan dan pencurian), dan Polis Standar Asuransi Gempa Bumi Indonesia (PSAGBI).

Namun, saat ini sudah ada asuransi khusus hunian yang sudah mencakup semua jaminan tersebut. ASRI (Asuransi Rumah Idaman) misalnya, asuransi khusus hunian yang dimiliki ACA. Asuransi ini tidak hanya menjamin hunian dari bahaya kebakaran tetapi juga bencana alam dan hal-hal tak terduga lainnya, seperti pencurian dan perampokan.

“Jaminan asuransi khusus hunian ini mencakup, kebakaran, petir, kejatuhan pesawat, asap, huru-hara, kerusuhan, pencurian dengan pembongkaran, biaya pemadaman kebakaran, tertabrak kendaraan, pembersihan puingpuing. Ada pula jaminan perluasan berupa angin topan, badai, banjir dan kerusakan akibat air, gempa bumi, tsunami, letusan gunung merapi, dan longsor,” ujar Ludy.

Ludy mengatakan tak ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi saat ingin mengajukan asuransi hunian. Calon tertanggung (nasabah) asuransi hanya diminta untuk mengisi formulir Surat Permohonan Penutupan Asuransi (SPPA) disertai dengan KTP atau dapat menghubungi perusahaan asuransi yang dikehendaki. Setelah mengajukan formulir yang diminta, maka perusahaan asuransi akan mengajukan penawaran asuransi kepada calon tertanggung. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan proses penerbitan polis asuransi kemudian proses pelunasan premi.

Apabila di kemudian hari terjadi klaim dan masih dalam masa penjaminan, maka tertanggung diwajibkan untuk mengisi pelaporan klaim yang termuat dalam polis asuransi. Setelah ada persetujuan, maka perusahaan akan menyelesaikan klaim tersebut. Besaran ganti rugi tergantung dari rincian harta benda yang dipertanggungkan dalam polis asuransi. Ludy mencontohkan, bila tertanggung mengasuransikan bangunan rumah tanpa isinya, maka saat terjadi musibah perusahaan hanya menganti rugi bangunannya saja.

Ada pula perhitungan perihal kecukupan nilai pertanggungan. Bila nilai pertanggungan suatu barang mencukupi nilai yang sudah disetujui sebelumnya, maka akan mendapatkan pergantian penuh. Namun, bila tak mencukupi akan ada ada perhitungan pertanggungan di bawah harga (under insurance). Misalnya, suatu barang nilainya Rp1 juta diasuransikan sebesar Rp1 juta, maka barang tersebut akan mendapatkan pergantian penuh 100%. Tetapi, bila diasuransikan hanya sebesar Rp750.000, maka kerusakan hanya akan diganti sebesar 75%.

Sementara itu untuk asuransi hunian jenis apartemen, calon nasabah hanya perlu mengasuransikan isi apartemennya, tanpa perlu mengasuransikan bangunannya. Pasalnya, dalam peraturan Undang-undang Rumah Susun dituliskan bahwa penjaminan asuransi bangunan dilakukan oleh Perhimpunan Penghuni Apartemen. Lagipula, penjaminan asuransi juga telah diberikan oleh bank penyedia KPA bagi mereka yang menggunakan fasilitas KPA dalam pembayaran apartemennya.

Jadi, ketika Anda memerlukan perlindungan ekstra pada hunian Anda, tak ada salahnya menggunakan fasilitas asuransi hunian. Toh, asuransi ini dapat Anda jadikan sebagai ajang investasi juga, kan?

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.